Home » Posts filed under Buku
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2013

Apa Kabar Sahabat Dumay-ku

3 komentar : Oleh Budhi Insan Waktu 16.33.00
Bismillahirahmanirahim 
 
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah Ta'ala atas terbitnya project buku perdana "Apa Kabar Sahabat Dumay-ku" setelah melalui perjuangan dan perjalanan panjang. Berawal dari sebuah lomba menulis cerpen yang diadakan sebuah komunitas blogger di jejaring sosial facebook yang bernama "Bloof" atau Blog of Friendship. Sebagai ketua panitia yang diamanahkan oleh admin Bloof merupakan sebuah kehormatan, menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab yang harus dilaksanakan agar bisa berkontribusi atas lahirnya buku perdana.

Bukan tanpa rintangan untuk bisa menerbitkan buku ini, cibiran dan pandangan sebelah mata dialamatkan kepada kami ketika menyodorkah draft cerpen tersebut. Memang sangat beralasan jika ada yang memandang sebelah mata. Karena ini dari kumpulan blogger bukan kumpulan penulis cerpen. Tapi beruntung ada sahabat yang bersimpati atas impian bloofers serta bersedia berkorban dan berkorban baik tenaga, pikiran maupun materi agar buku ini bisa diterbitkan. Terimakasih dan apresiasi untuk sahabat yang baik hati yaitu Estin Putri dan Nurani Alam dengan penerbit Wangsa Indira Jaya. Jasa beliau berdua tidak akan kami lupakan.

Kami bisa bernafas lega ketika mendapat kabar dari kang Ridwan bahwa Penerbit Wangsa Indira Jaya bersedia untuk menangani penerbitannya. Setelah proses edit selesai diperkirakan awal atau pertengahan Januari buku sudah bisa terbit. Tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan, karena faktor non tehnis perkiraan tersebut meleset. Kertas book paper untuk bahan buku semakin langka dipasaran, selain harga selangit untuk mendapatkannya harus indent dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan. Lagi-lagi harus sabar menunggu sambil berdoa semoga dimudahkan urusannya.

Rasa Terimakasih kuucapkan kepada Mridwan Purnomo yang sudah berkorban banyak hal terutama waktunya. Terimakasih juga buat Arya Poetra yang sudah bersedia membuatkan cover yang indah. Terimakasih juga kepada Pakdhe Cholik, Mas Ikhlasul Amal, Kang Sarli Rahman dan Bunda Evie Suryani yang sudah berkenan memberikan endorsementnya. Terimakasih kepada semua panitia dan juri yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Terimakasih juga buat duapuluh kontributor / penulis di buku ini. Terimakasih utamanya pada kedua founding father group Bloof yaitu Aulia Rahman dan Dia Rediana Putra serta para admin yang telah memberi kepercayaan untuk project buku ini.

Sekarang saatnya kalian berteriak "Aku Bisaaaaaaaa.... !!"
Ayo kita buktikan bahwa kumpulan blogger juga bisa berkarya dengan baik.
Dan bagi kalian yang merasa sebagai bloofers sejati tidak ada alasan untuk tidak memiliki buku ini.

Jumat, 04 November 2011

Donny Dhirgantoro, Antara 2 Dan 5 Cm

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 11.20.00


Judul : 2
Penulis : Donny Dhirgantoro
Penerbit : Grasindo
Tebal : 418 hal

Sejak launching tanggal 2 Juli 2011 kemarin, saya sudah penasaran dengan buku ini. Bukan tanpa alasan, saya benar-benar menikmati 5 cm milik Donny Dhirgantoro sebelumnya. Serasa kasmaran, terhipnotis dengan penokohan dan gaya bertutur donny lalu tanpa sadar terperangkap dalam ruang pikir seorang donny (mulai ngelantur bin lebay), menanti-nanti apa lagi yang baru dari Donny. Dan akhirnya setelah menunggu 3 bulan, si 2 akhirnya bersanding dengan anggun di rak buku saya. :D

Gusni Annisa Puspita, terlahir dengan berat berat 2 kali dia atas berat badan normal bayi-bayi kebanyakan. Lahir bersama penyakit genetis yang membuatnya kelebihan berat badan, terus naik, tidak pernah turun. Sebuah kelebihan yang juga menjadi keterbatasannya. Gusni kecil adalah gadis berbadan besar dengan cita-cita yang sangat sederhana, ingin bermain bulutangkis dan membahagiakan orang tuanya (bukan ikut-ikutan kakak perempuannya yang telah berhasil menjadi pebulutangkis nasional). Kontras memang. Gusni menyadari tubuhnya tapi tumbuh dalam keluarga dengan perhatian dan kasih sayang penuh tidak membuatnya menyerah, terlebih ketika mengetahui kenyataan dibalik begitu berbedanya ia secara fisik dengan keluarganya yang bertubuh ramping, juga vonis dokter tentang usianya yang tidak panjang. Gusni memilih untuk berjuang melawan penyakitnya, ia ingin hidup, tepatnya memperjuangkan hidupnya, juga cita-cita masa kecilnya yang pernah kandas, bermain bulutangkis.

Seperti novel terdahulu, 5 cm, kali ini Donny masih memperlihatkan karakter yang kuat juga hubungan paling alami antar manusia, "zoon politicon". Bedanya, kalau novel terdahulu membahasakan persahabatan, kali ini beliau lebih fokus membahasakan dimensi yang lebih kecil, keluarga. Apik, bahkan sangat apik bin cantik menurut saya. Di bab-bab awal mungkin akan terasa biasa, penuh lelucon-lelucon khas jaman sekarang yang sedikit terkesan berlebihan. Tapi makin ke belakang, semakin menarik. Seperti biasa, beliau sukses memainkan emosi pembaca (baca: saya), cengar-cengir dan mewek bergantian (semoga bukan mental melankolis saya yang cemen. :D) Saya membacanya di kantor dan walhasil beberapa kali saya harus berpura-pura kelilipan gara-gara mewek.

Ada yang khas dari buku 2 ini, Donny sepertinya menyukai pengulangan. Ada sejumlah kalimat yang sengaja diulang. Kalimat-kalimat positif juga motivatif, terbaca jelas kalau beliau ingin kalimat itu membekas di hati pembaca. Yang kalau kata saya, diulang pada tempat yang seharusnya. Kalimat-kalimat seperti ini:
  • Seperti kebanyakan perempuan Indonesia, ada ketabahan dan kekuatan di raut wajahnya. Tabah dan kuat, bukan pasrah, bukan pula lemah.
  • Karena hanya seorang pengecut mengharapkan hidup yang sempurna
  • Kamu terlahir kembali
  • Mencintai hidup dengan berani
  • Mimpi yang akan ada lagi setiap hari menggantung di depan keningnya. (Seperti dalam buku terdahulu, 5 cm)
Oh, iya. Ada lagi. Beliau sepertinya suka sekali dengan kata lineria matahari dan sansevieria. Dua hal itu sepertinya mendominasi narasi-narasi hampir di setiap babnya. Dan lagi-lagi saya menikmatinya. Dan diatas semua itu, saya paling suka dengan bahasa-bahasa sederhana yang sepertinya begitu akrab di telinga tapi sering terlupakan. Kalimat-kalimat seperti ini :
  • Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia, karena Tuhan sedikitpun tidak pernah
  • Anak-anakmu, menyembuhkanmu...
  • Kadang manusia maunya sesuatu yang tidak mungkin kan?
  • Lebih enak jadi orang gendut, karena ukuran hatinya pasti lebih besar.
Begitu sederhana bukan? Saya yakin ini bukan kali pertama bagi siapapun mendengar kalimat itu. Donny hanya kembali mengingatkan, sebuah kalimat dengan makna yang begitu dalam. Kalau kata saya mah, kalimat-kalimatnya romantis. Emm.. bukankah hal-hal sederhana memang selalu romantis? Setidaknya itu menurut saya. :D

Yang sedikit mengganggu saya. (Sebaiknya tidak usah dibaca)

Gusni adalah gadis berbobot super yang sangat aktif dan lincah. 125 kg dan dia dideskripsikan begitu hebat bermain bulutangkis. Serasa tidak masuk akal tapi justru disitu letak ide cerita Donny, bahwa selalu ada keajaiban. Tapi tetap saja, itu sedikit masih menggangu saya. Terutama bagian ketika Gusni selalu lari pagi dari rumah menuju GOR yang menurut cerita lebih dari 5 km, hampir 6 km malah. Dikisahkan setelah sekian hari jarak itu berhasil ditempuh dalam waktu kurang dari setengah jam (anggap saja setengah jam). Kalau dihitung-hitung dengan anggapan jarak sekitar 5,5 km, maka bisa diperoleh kecepatan sekitar 11 km/jam. Lebih besar dari setengah kecepatan Tirunesh Dibaba (pelari putri pemegang rekor internasional untuk kategori lari jarak jauh, yaitu 21,14 km/jam dalam 14:11.15) dan Trianingsih (pelari putri pemegang rekor nasional untuk lari jarak jauh dengan waktu tempuh 16:49). Bagian ini benar-benar keisengan yang tidak perlu dibaca. :D

Ada sedikit inkonsistensi di buku ini, dari awal Donny menyebutkan bahwa Gusni mengalami gangguan dalam pembakaran lemak tubuh, dan walhasil sejak kecil bobotnya tidak pernah menyusut, bahkan selalu bertambah. Tetapi ada bagian dari buku ini yang mengisahkan berat badan Gusni naik sampai 130 kg setelah ia dirawat seminggu di rumah sakit, lalu lucunya setelah itu dikatakan lagi berat Gusni 125 kg. Memang tidak disebutkan dalam narasi kalau beratnya turun, tapi membandingkan kedua angka itu, kesimpulannya tetap sama, berat Gusni turun. Ah, entahlah. Mungkin saya harus membaca ulang buku ini untuk memastikannya kembali. :D

Lalu kenapa harus "2"??

Awalnya saya menyangka jawabannya ada pada kelahiran Gusni yang disangka anak kembar, tapi ternyata tebakan saya salah. Jawabannya justru tersaji dengan gamblang di halaman-halaman terakhir buku ini. Kalau 5 cm menekankan pada mimpi, tepatnya berani bermimpi, terbangun dengan mimpi yang menggantung di kening setiap pagi maka kali ini, beliau lebih menekankan pada kekuatan imajinasi. Hampir sama tapi beda. Mimpi adalah harapan yang tidak pernah tidur sedangkan kekuatan imajinasi lebih dekat dengan kekuatan pikiran. Saat imajinasi/ pikiran bereaksi, motorik beraksi, seakan mimpi telah berpindah dari alam bawah sadar ke alam nyata. Saat itu semua akan bergerak mewujudkan mimpi. Kekuatan imajinasi, karena kita adalah apa yang kita percayai.
Karena segala sesuatu..... 
..... diciptakan 
2 
kali.... 
Dalam dunia imajinasi dan dalam dunia nyata
Donny Dhirgantoro
NB: Semoga penasaran mencari bukunya, supaya ada yang meluruskan subjektifitas saya pada tulisan Donny. :D

http://bumiaccilong.blogspot.com/
promosi blog sendiri boleh kan?? hehheheh..
⇨ Beranda
Langganan: Postingan ( Atom )

Tulisan Terpopuler

Komentar Sahabat

Bloofers Story : Blog Of Friendship
Blog Review Bloofers Book Review Buku Catatan Catatan Bloofers Curhat Event Fikmin Hoodie Bloofers Informasi Kisah Kopdar Bloofers KopDarNas Perdana Kuliner Motivasi Musik Opini Pengumuman Persahabatan Photo Profil Puisi Renungan Resensi Buku Resensi Film Travelling Tutorial Widget

Blog Of Friendship © 2013