Home » Posts filed under Fikmin
Tampilkan postingan dengan label Fikmin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Januari 2013

Maaf

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 07.12.00
Fikmin#Bloofers# Maaf


#Suara gemeresak ranting-ranting yang berserakan mengiringi langkah kakiku di tengah hujan yang mengguyur desa. Aku terus berlari di jalanan desa yang telah lama tidak pernah aku kunjungi, tanpa peduli dengan luka di kaki akibat tertusuk paku pagi tadi, karena secarik kertas yang ku baca kemarin telah membuat hatiku bergetar.

Hari ibu memang sudah hampir sebulan berlalu, tetapi aku masih belum sempat mengunjungi beliau, hingga surat itupun tiba. Setelah mengetahui kondisi beliau yang memburuk, akupun bergegas berangkat. Dan kini, aku telah tepat berada di depan rumah di mana aku pernah dibesarkan. Terlihat beberapa sandal dan payung di teras rumah, pertanda saudara-saudaraku telah tiba lebih dahulu. Anganku melayang, membayangkan masa kecilku dahulu, saat ibuku duduk di atas kursi goyang sambil memanjakanku dengan segenap kasih sayangnya di atas pangkuannya. Tetapi? Apa balasanku? Maafkan… Pyarrr… tiba-tiba sebuah suara gelas pecah dari dalam rumah membuyarkan lamunanku. Aku segera tersadar dan berlari masuk.#

Oleh: Jalaluddin El' Qassam

Sabtu, 19 Januari 2013

Gelap Hutan

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 22.11.00
Fikmin#Bloofers# Gelap Hutan

#Aku menjatuhkan diri di bawah pohon paling rindang dan bersembunyi di liang raksasa yang ada di sela-sela akarnya. Langit hitam dan hujan deras membuatku tak sanggup lagi berlari lebih jauh ke dalam hutan. Kulemparkan payung rusak yang ada di genggaman dan menyingkirkan ranting-ranting kecil berujung tajam dari pandangan agar aku bisa duduk bersandar pada akar besar yang terlihat layaknya sandaran kursi yang nyaman.



Kutatap jam tangan. Sudah sepuluh menit berlalu ketika puluhan petir menerjang area bumi perkemahan, membuat semua orang berlarian tanpa arah ke dalam hutan. Aku hanya sempat mengambil ransel sebelum akhirnya menyusul. Sekarang semua orang saling terpencar. Aku sendirian.

Kubuka ransel dengan tangan gemetar menahan dingin yang menusuk. Kulihat beberapa tumpukan kertas basah, sandal gunung, gelas plastik dan beberapa kantung paku yang bisa kugunakan untuk membuat perangkap hewan liar. Tak ada makanan. Aku tertawa dan menghela napas. Mendadak rasa takut menjalari pikiranku.

“Ibu, bagaimana ini? Aku ingin pulang…”#

Oleh: Glen Tripollo

Kisah Ibu Penjual Payung

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 22.08.00
Fikmin#Bloofers# Kisah Ibu Penjual Payung

#Tanpa terasa, musim hujan sudah tiba.Saat dimana para penjual payung mulai merekahkan senyumnya. Tak terkecuali si ibu pemilik sandal ungu yang masih memajang beberapa buah payungnya senja itu. "Semoga saja payung-payung ini laku semua demi memuaskan hasratku membeli cemilanku hari ini. Sudah lama aku tak makan cemilan itu."

Senja itu memang sama seperti senja kemarin dimana ranting-ranting pohon basah terkena guyuran hujan. Si ibu itu pun masih melakukan hal yang sama seperti kemarin. Menyeruput kopi hitam yang ia seduh di dalam gelas favoritnya. Kegiatannya pun masih sama. Tetap tersenyum dan duduk manis di kursi tuanya sambil ngemil paku.

Ya.. paku. Itulah cemilan favoritnya. Maklumlah, beliau adalah mantan istri pemain debus kenamaan yang mati secara misterius.

Konon kematian itu karena suami sang ibu keracunan limbah kertas sewaktu dia akan tampil menghibur dikawasan yang kebetulan bersebelahan dengan pabrik kertas.#

Oleh: Fuad Hasan

Aksi Si Unyil

4 komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 22.05.00
Fikmin#Bloofers# Aksi Si Unyil


#Iseng dan gak mau diem, itu gambaran unyil si malaikat kecil. Pagi ini gerimis kian manis, bikin males buat aktivitas, maunya selonjoran diatas kursi sambil nonton tv. Hmmm… unyil mulai beraksi, diambilnya payung dan diletakkan tepat diatas kepalaku, lalu dengan senyum-senyum diraihnya sandal dan dikenakan dikakiku yang tersilang. Dia bilang “biar kaya dipantai,..” selanjutnya unyil menyodorkan gelas yang berisi air putih dengan tancapan ranting kecil didalamnya, sambil nyengir dia bilang, “minum Bunda, anggap saja ini sedotan,..” ha’haa.. masih tahap wajar keisengannya. Pikirku, hingga akhirnya Ibu datang dan berteriak.. “Albiiii jangaann.. “ akupun terkejut, spontan terduduk, begitu juga unyil, kulihat wajah polosnya yang kini berwarna pink, Ya Allah.. unyil memegang sebuah paku dan palu, lalu ada sebuah kertas berada dibawah kursi selaras kepalaku, waktu ditanya, dengan polos albi bilang “ itu biar darahnya gak kena lantai, kalau albi tancapin pakunya dikepala bunda.. “ @#%^&!$??? -___-“#

Oleh: Bonit Notz

Luka Kecil Ibu

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 21.57.00
Fikmin#Bloofers# Luka Kecil Ibu

#Angin kencang mematahkan ranting pohon mangga di halaman. Hujan perlahan turun, menyentuh setiap atap rumah yang berjejeran di sebuah kompleks perumahan. Sentuhan itu menimbulkan suara perkusi yang khas. Bukan suara gelas yang dibunyikan dengan sendok, tapi suara yang berirama. Ibu, dengan jilbab biru yang ia kenakan, baju serta rok dengan nuansa biru, mengambil payung biru yang tersandar di dinding. Lalu ia memakai sandal yang biasa ia pakai. Meski hujan, ibu tetap berangkat ke swalayan untuk membeli barang-barang kebutuhan kami.

Sesampainya di swalayan, ibu mengeluarkan secarik kertas berisi daftar barang yang harus dibeli. Dengan gesit ia mengambil barang-barang dari rak, setelahnya ia bawa ke kasir dan membayarnya. Lalu ia pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, ibu tidak sengaja menginjak paku yang tergeletak di lantai dekat pintu masuk. Spontan ia berteriak. Aku bergegas menghampirinya, lalu memapahnya duduk di kursi. Aku mengambil peralatan P3K dan mengobatinya. Lalu aku memeluknya erat. Ibu..#

Oleh: Erlangga Kusumawijaya

Kamis, 03 Januari 2013

Paijo Bercerita

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 17.52.00
Fikmin#Bloofers# Paijo Bercerita

# "Dia berlari kencang sekali hampir menyamai laju kendaraan bermotor", Kata Paijo. "Kapan? Kenapa dia seperti itu?" Painem Penasaran.
Paijo melanjutkan ceritanya: "Awalnya begini, sore itu Si Ndul pulang dari belajar di gudang milik pak Asmo. Sebelumnya gudang itu kelihatan berdiri kokoh. Namun saat hujan lebat mengguyur tempat dia belajar. Mungkin karena lebatnya hujan yang menyebabkan gudang itu ambruk. Padahal waktu itu kami dan Paijo lagi asyik-asyiknya belajar."
"tapi kenapa dia lari seperti itu?" Painem memotong cerita Paijo karena penasaran.
"Tunggu sebentar, kamu selalu memotong ceritaku."
"Oke, maaf. Lanjutkan Jo."
"Ndul dan kami selamat dari reruntuhan atap gudang, tapi pak Asmo tertimpa kayu besar sebesar pahanya."
"Lalu? Pak Asmo ada yang nolongi?"
"Hmmm dipotong lagi, nanti aku kasih pisau sekalian kamu nem."
"Iya deh maaf." (Painem sambil tersenyum)
"Seketika itu Ndul bersikap sebagai pemimpin bagi teman-temannya. Dia menyemangati kami sambil mengangkat kayu yang menimpa Pak Asmo, seraya berkata: 'Teman-teman kita ini hidup didesa miskin, dari keluarga miskin, sekolah disekolahannya orang miskin, yang ngajari kita juga miskin. Tapi kita kaya, kita kaya semangat, kita kaya Sahabat, kita kaya Ilmu, kita kaya rasa. Tapi kita tidak akan kaya seperti ini jika tidak ada pak Asmo guru yang selalu mengajari kita bersyukur. Ayo terus bantu pak Asmo berdiri! Aku akan memanggil orang-orang desa untuk membantu.' Makanya itu dia berlari sekencang-kencangnya. Tanpa payung tanpa jas hujan dia menerobos lebatnya air hujan yang mengguyurnya, berharap ada yang mendengar teriakannya. Tak peduli kakinya yang telanjang tersandung batu, dia tetap berlari minta bantuan."
"Ada yang denger nggak?"
"Ya adalah, orang-orang desa langsung menuju gudang pak Asmo mengikuti Ndul. Akhirnya pak Asmo tertolong, namun pak Asmo jatuh sakit hingga waktu yang lama."
"Lalu siapa yang menggantikan pak Asmo ngajar?"
"Untung Ndul bisa menggantikannya selama pak Asmo belum sembuh. Dia anak paling pintar diantara kami. Cara mengajarnyapun mirip pak Asmo penuh semangat. dan kami juga belajar di serambi rumah orang kmapung. Tidak seperti di sekolahmu nem, yang kokoh, guru-gurunya banyak. Satu tidak masuk tinggal digantikan. Guru tidak mengajarpun tetap digaji, contohnyasi Ndul."
"Kenapa kalian tidak sekolah dikota saja? sekolahku disini?"
"Kenapa kalian saja yang pergi kedesa membantu kami memperbaiki sekolah? mendirikan layanan kesehatan yang layak? Mengirim guru-guru yang berbakti pada negeri bukan pada gaji?"
Painem tertunduk mendengar pertanyaan Paijo.
"Kau tidak usah sedih nem, sekarang sekolah kami sudah bagus, pak Asmo juga sudah sembuh. 


Setelah kejadian itu pak Bupati memberikan bantuan untuk Sekolah kami. Kapan-kapan main kesekolahanku ya!"
Akhirnya sekarang sekolah Ndul, Paijo dan teman-temannya kokoh dan tidak khawatir roboh lagi. Mereka senang Pemerintah memperhatikan mereka walaupun harus ada korban dulu untuk mengetuk hati pak Bupati.#


Oleh: Miftahul Arshavin

Negeri Idaman

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 17.49.00
Fikmin#Bloofers# Negeri Idaman

#Langit tampak terlalu gelap di sore ini, salju yang sedari tadi pagi turun, hingga kini belum juga terlihat reda. Tetapi aku sudah jenuh hanya berbaring di kasur, aku memutuskan untuk berangkat sekarang juga dengan mengenakan sepatu bot dan jas hujan yang tersangkut di pintu. Aku melangkah di jalanan penuh batu, hingga tiba di sebuah bangunan unik. Tanpa membuang waktu, aku meminta sebuah pedang samurai yang telah ku pesan pada pemilik toko. Ia memintaku untuk menunggu sebentar sementara ia mengambilnya di gudang. 


Beberapa menit menunggu, aku merasa takut dengan kehadiran kucing hitam yang menyeringai ke arahku. Beruntungnya, pemilik toko segera datang dan menyerahkan pesananku. Kemudian aku berbalik melangkah, melewati sebuah pot mawar di sebelah jendela toko. Sebenarnya aku ingin melihat sakura, tetapi tidak mungkin juga di bulan ini. Tetapi tidak masalah, yang pasti sekarang aku sudah berada di negeri idamanku, berkat beasiswa yang ku ketahui dari blog. Ya, inilah Negeri Sakura.#

Oleh: Jalaluddin El' Qassam

Palestine.. Tomorrow Will Be Free!

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 17.45.00
Fikmin#Bloofers# Palestine.. tomorrow will be free!

#Duaaarrrr!!! Puluhan rumah hancur berkeping akibat menjadi sasaran empuk mobil-mobil peledak milik Israel. Tubuh tanpa lengan bertebaran, atau isi perut yang memuncrat dari tempat semestinya, menjadi pandangan mengerikan disini. Anak-anak kecil berlarian mencari tempat bersembunyi sementara, berlari dengan sekencang-kencangnya, dengan amarah memuncak yang tak tertahankan. Andai saja mereka memiliki senjata yang sama, saat itu jua perlawanan yang lebih mengerikan pasti akan mereka lakukan. Tapi, mereka bukan manusia lemah yang tak punya segudang akal, tak ada senjata berkelas mahal, batu-batu panas genggaman tangan mereka cukup menjadi andalan untuk melawan. Ini bukan zaman abad kesekian, ketika pasukan berpedang melawan pasukan berpedang, ini zaman dimana batu menjadi lawan teng baja. Rumah-rumah tak berpintu bukan menjadi beban. Hanya kebebasan yang ada dalam impian. “Tanah ini tanah Kami!” mungkin itu arti dari bahasa mereka.

Sore yang seharusnya indah seakan menjadi gulita sebelum waktunya. Serasa tak ada bedanya dengan malam yang berkepanjangan. Sang bulan bukan lagi menjadi teman setia dikala lelap dalam kasur-kasur empuk nan menghangatkan, tapi teman setia dalam perundingan–perundingan malam. Oh Palestine, Alloh begitu mencintai kalian.

Aku? Hanya mampu terpaku di depan laptopku. Mencari-cari berita terkini dari beberapa Blog islami yang bisa dipercaya. Lisanku tak hentinya beristigfar. Apa sekiranya yang bisa aku berikan untuk mereka, tentu bukan hanya sekedar bunga mawar nan harum, atau sumbangan sepatu bekas yang tersimpan dalam gudang. Heii!! Mereka tak sama dengan korban bencana lainnya. Mereka adalah para calon syuhada yang memang menyerahkan jiwa dan raganya untuk Islam. Apapun akan mereka lakukan, meski lengan harus terlepas dari badan, atau kepala mereka merobek hingga putus. Mereka bukan manusia cengeng yang berlindung dibalik jas hujan kala hujan menerpa, atau lebih manja dari seekor kucing, mereka adalah manusia-manusia para perindu Jannah. Palestine, Bersabarlah. engkau pasti merdeka!# 


Oleh: Anna Qurrota A'yun

Bahagia

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 17.40.00
Fikmin#Bloofers# Bahagia

#Sore hari januari 2001. Dipinggir danau yang berhiaskan taman mawar sambil bercengkerama sembari melempari batu ke mulut danau. Keindahan terasa semakin anggun ketika bulan menampakkan pesonanya. Sambil terus bercengkerama tentang masa kecil kami. Ya, saya masih ingat ketika itu kami berbicara tentang pahlawan berpedang yang gagah berani, menumpas kejahatan. Walau, setelah kami dewasa kami ketahui maksud pembuat cerita tersebut adalah jangan mudah menyerah dari salah satu blog.

Tak terasa sore yang diwarnai mendung sedari tadi. Mulai menampakkan anugrahnya dengan adanya rintik hujan. Kami yang sudah sedia jas hujan langsung mengenakannya dan bergegas pulang.

Setiba dirumah kami langsung menuju gudang, ketika pintu gudang kami buka, muncullah pinky si kucing mengenakan sepatu sambil berjalan ala model anggun dari kasurnya sambil tersenyum imut.#


Oleh: Mochammad Nasrulloh

Penyelinap

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 17.31.00
Fikmin#Bloofers# Penyelinap

#Perempuan itu penasaran karena penyelinap itu seperti kucing dia tak pernah bertanya dan tak pernah mengkritik, penyelinap itu datang mungkin tanpa memakai sepatu, sampai-sampai perempuan itu baru tersadar sang penyelinap
sudah menempati ruang dalam hatinya. Hitungan bulan, sekoper antologi puisi bisa ia ciptakan di blog dan semuanya hanya tentang mereka, semakin lama perempuan itu semakin tertahan oleh sang penyelinap, dan waktupun menjadi pedang untuknya. Lalu Perempuan itu bertanya.

Perempuan : “Apakah sebuah dosa jika seorang perempuan bertanya pada seorang laki-laki tentang siapa dirinya dalam kehidupan lelaki itu, mawar?”

Mawar : “diam saja, karena kamu perempuan, dan seluruh dunia tahu itu”

Perempuan itu tak membiarkan keraguan merajainya, ia terbangun dari kasur dan pergi menuju alamat Jl. Buah Batu. No.13 Bandung. Selepas angkot yang ditumpanginya berhenti, ia berjalan lalu mengetuk pintu rumah sang penyelinap. Sore nampak mendung, ia tak membawa jas hujan yang tertinggal di gudang, semoga saja ia tak diguyur hujan setelah bertanya pada penyelinap.#


Oleh: Aiesha Nafisah

Senin, 24 Desember 2012

Makhluk Aneh

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 20.05.00
Fikmin#Bloofers# Makhluk Aneh

#Sore ini sepulang kerja Mawar kehujanan, di depan rumah Mawar melihat kucing yang tergeletak, Mawar segera melepas jas hujan dan mengamati kucing tersebut. ia bingung apakah kucing itu mati atau hanya pingsan. Mawar berteriak memanggil saudaranya.

“Bulan, ini ada kucing mati!”

“Apaan sih, aku banyak kerjaan, nyuci sepatu, beresin gudang, jemur kasur bekas kamu ompolin.”

“Eh enak aja! Cepet kesini, ada yang meninggal,” Mawar bingung harus menjelaskan apalagi kepada saudaranya yang kepala batu.

“Yaudah kuburin aja.”

“Bulaaaan... ada pedang gak di gudang?”

“Buat apa?”

“Buat ngegorok leher kamu!”

Karena tidak sabar, Mawar mendatangi Bulan yang sibuk cuci sepatu. Mawar menarik tangan Bulan menuju depan rumah. Tapi anehnya kok kucingnya hilang? Kemana makhluk itu?

“Lan, tadi tuh di sini ada kucing mati!”

“Ih apaan sih, orang itu kucing cuma numpang tidur doang, udah izin kok tadi sama aku.”

“Hah gila!”

Mawar masuk rumah, rasanya kegilaan ini harus diposting di blog kesayangannya.#

Oleh: Erny Binsa

Ayah, Aku Rindu..

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 20.00.00
Fikmin#Bloofers# Ayah, Aku Rindu..

#Sore itu, aku menghabiskan waktu di gudang, mencari suatu benda-benda yang jika dilihat sekilas tak ada artinya, tapi andai kalian tahu tentang seberapa berharganya benda itu bagiku. Aku terus mengacak-acak ruangan ini, tak peduli kucingku terus mengeong ingin segera dimanjakan olehku. Jas hujan dan sepatu peninggalan ayah, hanya itu yang ada dipikiranku.

Aku banting pintu kamar, dan segera merebahkan diri di kasur, tak ada hasil seharian aku di ruangan itu, hanya membuat hati ini seperti ditimpakan batu yang sangat berat, atau mungkin di tusuk seribu pedang.

Bulan telah berada di puncaknya saat aku telah berhenti menangis, sejenak kupandangi bunga mawar di haman depan. Hingga akhinya kuputuskan untuk mencurahkan semua kesedihan ini, di blog-ku, tempat yang selama ini menjadi selalu jadi pelarian tentang semua kisahku.

Ayah, Aku Rindu..#

Oleh: Maryam Ismatullah

Sabtu, 22 Desember 2012

Sekeping Kisah Malam

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 13.47.00
Fikmin#Bloofers# Sekeping Kisah Malam



#Seekor kucing hitam berlari kecil mengikuti langkah cepat seorang gadis di bawah hujan pada suatu sore. Sang gadis memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam saku jas hujan yang dikenankannya demi menahan dingin. Langkahnya terhenti di depan sebuah gudang tua. Perlahan didorongnya pintu gudang, lalu menempelkan tubuhnya ke dinding batu bata yang ditutupi lumut.

Angannya melayang pada segunduk tanah makam basah bertabur mawar, yang baru saja dikunjunginya. Ia menyeringai sinis. Ditatapnya ujung sepatunya yang kotor terbalut tanah makam, lalu dilepaskan begitu saja sebelum beranjak menuju kasur tipis di sudut gudang.

Dikeluarkannya sebuah laptop dari sebuah ransel butut. Lalu menulis di sebuah blog, “Tuntas sudah kukirim jiwanya ke neraka.” Kemudian ia tertawa puas sambil menjilat darah kering pada sebilah pedang. Di luar bulan temaram seiring tirai malam menyembunyikan kisah.#

Oleh: Titie Surya

Cinta Lara

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 12.44.00
Fikmin#Bloofers# Cinta Lara

#Matahari mulai terbenam, bulan masih tersipu malu di balik senja, tanda pergantian sore ke malam. Lara bergegas membuka pintu kamar lalu melepas lelah ditempat favoritnya, kasur. Dibalik jendela, ada angin berhembus membawakan aroma mawar begitu lembut dan harum. Mawar mengingatkan Lara pada seorang teman blog yang dicintainya, Andi.

Pertemuan pertamanya dengan Andi sangat mengesankan. Ketika itu sedang musim hujan, banjir menutupi bebatuan sungai yang mengalir, jalan dan sungai menjadi satu. Tak ada beda. Lara lupa membawa payung, terjebak di depan gudang kosong sebuah swalayan. Sedangkan, ia harus segera pulang membawa sepatu yang dibeli sebagai hadiah milad adiknya.

Andi yang tak sengaja parkir mengenakan jas hujan di bawah bertuliskan ojek, tiba-tiba ditumpangi lara “Jalan mawar, ya bang”. Andi kaget dan menoleh ke belakang, spontan berkata “lara”. Akhirnya, Lara bertemu orang yang dicintainya. Lara malu bagai kucing bersayap yang siap mengepakkan sayapnya, walau di sela sayap itu tersembunyi pedang yang dapat melukainya.#

Oleh: Diyah Hafhsah

Kucing Malang

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 09.06.00
Fikmin#Bloofers# Kucing Malang

#Hujan turun dengan derasnya sore itu. Curahnya bagai pedang menghunus bumi tanpa ampun. Bulan yang semula berbaring di kasur, bangkit dan kemudian menatap hujan dari balik jendela. Tatapannya menyapu ke sekeliling halaman rumah. Suka sekali dia dengan apa yang ditampilkan oleh hujan sore itu. Basah menyegarkan seolah hendak mengusir kemarau panjang. Memekarkan bunga mawar di teras rumah. Membuatnya mempunyai ide untuk tulisan di blog pribadinya.

Tiba-tiba, matanya tertuju pada seekor kucing yang terjebak di samping gudang. Terkena tampiasan air hujan. Basah kuyup sehingga tubuhnya bagai menciut kedinginan. Iba hati Bulan melihatnya. Ia segera beringsut dari duduknya. Bergegas mengambil jas hujan dan sepatu boot kemudian mengenakannya. Terburu-buru dia berlari keluar pintu, sampai-sampai kakinya tersandung batu yang ada di halaman. Sambil meringis kesakitan Bulan segera bangkit menuju samping gudang untuk menyelamatkan kucing malang itu. Setelah berhasil diangkat kedalam pelukannya dia kembali berlari masuk ke dalam rumah. Senang hatinya bisa menyelamatkan si kucing.#

Oleh: Bunda Lahfy

Blogger

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 09.04.00
Fikmin#Bloofers# Blogger

#Sore tadi hujan sangat deras, setibanya di rumah, Mawar langsung menuju ke Gudang lalu menggantungkan Jas Hujan di dekat sebuah Pedang kayu kenangannya semasa kecil ketika berlatih Kenjutsu bersama Almarhum Ayahnya.

Setelah membersihkan dan melepas Sepatu yang sedikit robek akibat tersandung sebuah Batu, Mawar pun bergegas menuju ke kamar, sambil menutup Pintu, diliriknya boneka Kucing yang tergeletak disamping Kasur, diambilnya lalu diletakkan diatas meja, Mawar sejenak terdiam berdiri mengahadap keluar jendela, dilihatnya hari sudah gelap dan nampak Bulan perlahan keluar dari balik awan.

Ketika sedang asyik menatap ke atas langit, tiba-tiba terdengar bising suara handphone berdering, setelah dilihat ternyata pesan pemberitahuan dari sebuah grup pecinta Blog yang Mawar ikuti, grup tersebut terbilang aktif dan ramai di jejaring sosial.#

Oleh: Lutfy Murod Al-Kautsar

Jumat, 21 Desember 2012

Latihan Fiksi Mini

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 21.40.00
Sahabat, untuk membuat kita kembali semangat menulis, bagaimana jika kita adakan belajar membuat FIKMIN yang bahannya sudah disediakan, untuk FIKMIN Perdana.. Bahan dari saya, FIKMIN selanjutnya bebas.. :)

Aturan Main: buat Fikmin maksimal 150 kata, dalam Fikmin harus terdapat kata dibawah ini:

batu, pedang, pintu, jas hujan, sepatu, mawar, blog, bulan, sore, kasur, kucing, gudang.

semua kata yang ada di bahan harus ada dalam satu fikmin, jalan cerita dan judul terserah anda..

Format menulis judul: Fikmin#Bloofers# Judul # Isi#

Contoh:

Fikmin#Bloofers# Batik

#kemarin sore kang aul datang kerumah nganterin batik bermotif bunga mawar, kasian.. basah kuyup gak pake jas hujan...# (jangan dicontek ini mah.Red)

Ngerti kan? karangan ditulis sebagai komentar dibawah postingan ini, kalo ada salah ketik boleh di edit lagi.. harus pake EYD.

Serius Sob.., sebagai penyemangat Fiksi Mini Perdana ada hadiah untuk Fikminers terbaik, hadiahnya apa? Rahasia.. :)

Fikmin ditutup 3 Januari 2013, jam 21.00 WIB.

Siap? Yuk Latihan Fikmin Berjama'ah! @admin, pin up dong :)
⇨ Beranda
Langganan: Postingan ( Atom )

Tulisan Terpopuler

  • 15 hari nge-blog
    Hari ini... Yaahhh hari ini, hari ini tanggal berapa? eh!! Jangan di close dlu lah gan :-D cuman basa basi doang heheh... Hari ini tanggal 3...
  • Aspek Perkembangan Perilaku Dan Pribadi
    PERKEMBANGAN PERILAKU SOSIAL, MORALITAS, DAN KEAGAMAAN A. Perkembangan Perilaku Sosial Secara potensial (fitriah) manusia dilahirkan sebag...
  • Logo Bloofers
    Assalamu'alaikum Sobat Bloofers.. ^_^ Logo Bloofers adalah "sesuatu" yang menjadi identitas spesial blog kita, karena dengan...
  • Muhammad Abduh
    Orang besar tumbuh karena dua unsur pokok: persiapan nya yang naluri atau dengan perkataan lain, wataknya yang diwarisi dan keadaan sekitar ...
  • Hoodie Blog Of Friendship
    Hoodie Bloofers Hai Sobat Bloofers.. ^_^ Setelah 2 tahun lalu kita bangga dengan  peluncuran kaos kebersamaan Bloofers. Kini, de...
  • Klaim
    Sedikit nasihat yang pernah kami peroleh dari seorang sahabat, dimana ketika kita benar-benar meresapi kalimatnya sungguh malu sekali diri ...
  • Sejarah Singkat Bloofers
    Bloof merupakan suatu komunitas yang terdiri dari kumpulan para blogger hebat yang ada di seluruh Indonesia, mulai dari blogger junior hing...
  • Ada kalanya
    Adakala lapar adakalanya kenyang, adakala kepanasan adakalanya kedinginan, adakala penuh dengan keramaian adakalanya juga sendiri kesepian....
  • Sekali Serasa Dua Kali
    Jika kita membuat seseorang bahagia hari ini, kita juga membuat dia berbahagia sepuluh atau dua puluh tahun lagi saat ia mengenang peristiw...
  • BLOGGER KECE
    Hallooo.. Hoollaa.. LoHaa.. BLOOFERS.. ^^ Beropini yuk?!  Menjadi seorang Blogger itu mudah, tapi sebagian orang akan mengang...

Komentar Sahabat

Bloofers Story : Blog Of Friendship
Blog Review Bloofers Book Review Buku Catatan Catatan Bloofers Curhat Event Fikmin Hoodie Bloofers Informasi Kisah Kopdar Bloofers KopDarNas Perdana Kuliner Motivasi Musik Opini Pengumuman Persahabatan Photo Profil Puisi Renungan Resensi Buku Resensi Film Travelling Tutorial Widget

Blog Of Friendship © 2013