Home » Posts filed under Catatan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2012

Pagi Yang Basah

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 10.18.00

Pagi yang basah,
Tak ada yang berhak menghapus kebahagiaanku pagi ini, sekalipun harus mengikuti upacara di bawah siraman hujan, dan menikmati dingin yang teramat hingga badanku tak henti menggigil.

oh ya, apa kabarmu hari ini?
semoga kebaikan selalu menyertaimu dan orang-orang yang kau sayangi.
pagi ini hujan, apa kau masih menyukainya juga?
ah, aku tidak akan memaksamu untuk mengenang tentang hujan yang pernah menahan kita di halte itu, atau tentang gerimis yang memaksa kita berlari-lari kecil dan mengakhiri obrolan ringan diatas bola meriam kota tua itu, tidak akan.

Apa kau masih seramah dahulu, ketika memintaku tidur tidak terlalu larut supaya tidak kesiangan untuk melaksanakan QL ?
Apa keinginanmu untuk mendaki gunung bersama itu, masih ada? ku rasa tidak, bukan begitu?
dan hal itu memang tak akan pernah ada.
dan tentang bangau kertas yang sempat kita buat bersama, indah. tapi nyatanya aku tak bisa mengindahkan kita.

Ah, sudahlah, meski rindu itu masih sering hadir dalam shubuh, aku mulai terbiasa untuk tidak mendengarkan suara tilawahmu, dan kini berganti keping-keping murotal, sama saja kan?
aku mulai menikmati hari-hari sepeninggalmu dengan normal.

Apa kau amnesia?
semoga tidak.
sebenarnya aku hanya ingin bertanya, tentang alasan mengapa kau begitu ingin menjauh dan menciptakan jarak hingga aku terlihat begitu payah begini dalam upaya meruntuhkannya?
apa aku berbuat salah? hingga kau sengaja amnesia untuk sekedar mengingat bahwa kita pernah saling mengenal.
hmm, mungkin aku tidak akan pernah menemukan jawabannya.
meski tidak semua pertanyaan bisa mendapatkan jawaban,
tapi harus kau ketahui, pertanyaan itu ada karena membutuhkan jawaban.

dan tentang hujan,
diam-diam aku selalu menitipkan do'a dalam rinainya, untukmu, berharap hujan akan menyampaikan usahaku  untuk membahagiakakanmu, sekalipun sudah terlambat.
Terimakasih karena pernah bersedia menjadi tokoh di setiap kisahku, aku bahagia berkesempatan mengenalmu.

~Nyatanya aku memang di biarkan sendiri dalam kisah ini~

kampus peradaban,24 september 2012

Rabu, 29 Agustus 2012

Perkara Gadis Hujan

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 22.35.00


Mengapa hujan begitu menarik buatmu? Tanyaku padadamu. Atau bisa juga tanyaku pada hati, karena hatiku dan dirimu tak mudah kubedakan. Kemudian kau diam. Bagiku diam adalah jawaban yang paling tepat. Dengan begitu, ketertarikanmu pada hujan tidak ada dalam abjad, juga tak pantas untuk lisan. Mengapa terperangkap oleh hujan selalu romantis bagimu? Tanyaku padamu. Atau bisa juga tanyaku pada beberapa memori, karena beberapa memoriku dan dirimu sulit kubedakan. Kemudian kau tersenyum. Bagiku senyuman adalah jawaban yang tepat. Dengan begitu raut ketertarikanmu pada hujan tidak dijumpai pada kesedihan.Mengapa dirimu dan hujan sulit kubedakan? Tanyaku padamu. Atau bisa juga tanyaku pada akselerasi, akselerasi dan dirimu sulit kubedakan. Kemudian kau tertawa. Bagiku tawa adalah jawaban yang tepat. Dengan begitu, dirimu dan hujan adalah kelucuan yang luar biasa. 
 
Pertanyaanku habis, kemudian kau diam. Bagiku diam adalah jawaban. Tapi mengapa kau menjawab sementara pertanyaanku tiada? Rupanya, kau adalah jawaban pada apa yang belum sempat dipertanyakan tentang hujan, tentang kekhasan, tentang menyukai sesuatu, kemudian memaknainya, boleh lewat kisah.Tentang Matar, kau berbeda. Meski satu makna, fungsimu tak sama. Matar menyegarkan, kau meneduhkan.Namun, melalui Matar aku memaknai hujan sebagai surat-surat kehidupan, olehmu hujan adalah sesuatu yang layak menjadi teman. Olehmu, hujan tak selalu memberi bencana, bukan perihal romantisme, bukan juga keindahan, terbukti, hanya 3 jawaban pasti darinya, diam, senyum, dan tawa. Meski menyenangkan ketiganya lebih dari sekedar menyanjung keindahan.

Lalu untuk apa aku menuliskanmu?

Untuk menandai bahwa, sepeninggal Matar, masih ada hujan yang layak aku jadikan teman. Bahwa di antara titik hujan yang jatuh, entah oleh gravitasi, entah oleh kemauannya sendiri, entah demi apa Tuhan merencanakan itu, hujan bukan melulu basah.

Kemudian mereka bertanya: "Ketika hujan turun terus menerus, apa yang kau rasakan?"
Sudah kuperkirakan bahwa mereka merujuk pada bencana. Maka dengan bangga kujawab: "Hujan yang terus menerus, bagiku adalah kesegaran yang juga terus menerus jika itu Matar, dan keteduhan yang terus menerus, jika itu dirimu.

Kemudian mereka bertanya lagi: "Bukankah sesuatu yang berlebihan itu tidak baik?" Dengan sangat bangga aku menjawab: "Bagimu, namun aku terbiasa menabungnya, hingga ia selalu cukup pada saat kekeringan melanda."

Dedicated to Nick Salsabila a.k.a. A Rainy Girl

Sabtu, 25 Agustus 2012

Sekilas Tentang Persahabatan

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 20.49.00
Dia tidak memiliki awal yang bisa dikenang

Dan tidak pula memiliki akhir untuk ditangisi

Dia datang begitu saja

Sebagai hasil dari usaha antara waktu dan hatimu sendiri

Dia  tidak pernah memilih-milih siapa yang berhak bergabung dengannya

Dia tidak terbatas pada masalah cinta atau pun kasih sayang

Tapi dia bicara tentang kesetiaan, pengorbanan, dan arti adanya orang lain

Dia juga mengajarimu tentang kesedihan,kehilangan, kecewa, dan apa rasanya dibutuhkan

Dia tidak pernah banyak berkata, tidak juga berusaha untuk mengguruimu

Dia tidak penah memaksamu untuk jujur dan menceritakan semua masalahmu

Dia hanya berkata “semuanya akan baik-baik saja”

Dia yang tidak pernah ikut menangis saat kau menangis, tapi dialah yang membuatmu tidak ragu untuk berhenti menangis

Dia tidak peduli bagaimana pun orang lain menyalahkanmu atas apa yang kamu perbuat

Dia hanya berkata “lakukanlah yang terbaik”

Dia selalu ada saat kamu merasa putus asa

Dan dia selalu berkata “masih banyak yang harus kamu perbaiki”

Dia tidak pernah membuatmu terlena dengan kebahagiaan

Tapi dia mengingatkanmu bahwa kebahagiaanmu hanyalah fase hidup yang memang harus kamu jalani

Dan dia mengingatkanmu untuk mencoba menerka apa yang terjadi setelah ini

Mengajarimu untuk siap menghadapi kepahitan

Dan mengajarimu bagaimana menikmatinya

Bukan dengan kata-kata, tapi dia mengajarimu dengan perilaku

Dia yang selalu membuatmu siap untuk menjadi apa yang kamu inginkan

Dia yang selalu membuatmu berpikir bahwa kamu bisa menjadi apa yang kamu inginkan

Dan dia berkata “bila waktunya telah tiba, semua itu akan terjadi padamu”

Tapi dia juga mengajakmu untuk memikirkan semua hal terburuk yang bisa terjadi padamu

Dia tidak pernah memaksamu untuk mengikuti kata-katanya

Dia hanya berkata “kamu tahu apa yang seharusnya kamu lakukan”

Saat kamu terlanjur melakukan kesalahan

Dia hanya berkata “tidak pernah ada kata terlambat”

Saat kamu terlanjur melalaikan sesuatu

Dia hanya berkata “seharusnya kamu bisa menepati janjimu pada dirimu sendiri”

Saat kamu tidak bersyukur dan malah menyesali sesuatu

Dia hanya berkata “kamu masih lebih baik daripada mereka”

Saat kamu bingung untuk menentukan pilihan

Dia hanya berkata “Allah akan memeberimu petunjuk yang terbaik”

Saat kamu merasa hendak menyerah

Dia hanya berkata “kamu lebih hebat dari apa yang kamu pikirkan”

Dia tidak pernah memaksamu untuk menjadi orang lain

Dia hanya berkata “don’t sail under false color”

DIA ADALAH SAHABATMU


-novie ocktaviane mufti-

Cawan Kecilku

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 02.41.00
Salam hangat bloofers..
Blog ini membahas tentang analisis berbagai permasalahan kehidupan, sosial, pendidikan, politik, dan agama atau sekedar catatan rekam jejak perjalanan. Seperti halnya fungsi cawan yang sesungguhnya, blog ini diharapkan menjadi wadah bagi teman-teman untuk turut menuangkan ide dan unek-uneknya dalam menikmati setiap teguk perjalanan hidup. Mari berbagi..
Cawan adalah sejenis alat untuk minum, dan setiap teguk darinya merupakan perjalanan imajiner (Rakhmanda, Andhika)

Jumat, 17 Agustus 2012

Yang Tersisa Dari Sebuah Kenangan

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 04.50.00

 


kenangan (ka/se)mu
 
Jika alur waktu telah menguapkan warna-warna momentum, maka yang tersisa darinya hanya patahan-patahan kenangan semu. Dan yang tersisa dalam tiap patahan kenangan hanyalah sebuah ketika.

Hanya sedikit ketika yang bisa kuingat dalam cengkrama kita. Cuma seutas masa yang bisa kugulung tentang makna di atas lembaran sajak keTuhanan. Maka maafkanlah aku untuk ketika-ketika yang lain yang kuamarahkan untukmu. Jadi ampuni aku pada sejatinya momen-momenmu yang kualpakan. Jika kau pernah bertanya disalah satu kenangan kita, aku pasti akan menjawab, Ya, aku mencintaimu. Selalu...

Minggu, 12 Agustus 2012

Perjuangan Memakan Sushi

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 05.56.00
Setiap orang memiliki makanan favorit dan lidahnya sendiri sendiri. Makanan enak nun mewah buat seseorang, belum tentu cocok dimakan sama orang lain. Namun karena emang diajak, apalagi klo yang ngajak itu pacar, maka pasti apapun akan dilakukan. Hal ini terjadi dengan gw pada hari Kamis lalu.

Cewek gw baru ulang tahun. sesuai dengan janjinya, dia traktir gw ke sebuah restoran sushi di Kelapa Gading bernama Sushi Tei. Gw pun mengiyakan meski dengan penuh keraguan. Kenapa? Karena gw pernah makan sushi dan jatuhnya gw muntah. Namun, karena gw tahu banget kalo cewek gw lagi ngidam sushi, yah gw terima aja. Toh sushinya sushi mateng.

Sampe di Kelapa Gading, restorannya ternyata penuh banget. Kita kudu waiting list disana, karena itulah sembari nunggu, kita beli Shihlin. Hmmm, shihlin itu adalah sebuah makanan yang diklaim sebagai snack di negara asalnya, Taiwan. Beruntung, kita tidak perlu mengantri seperti biasanya. Kita mesen yang biasa kita pesen yaitu XXL Crispy Chicken.

XXL Crispy Chicken adalah yang diklaim menjadi best seller di Indonesia. Rasanya kayak chiken katsu namun dibumbui dengan bumbu baberque bubuk dengan jumlah yang banyak. Jadi berasa enaknya. Mmm, untuk tepungnya gw rasa biasa aja. Cenderung ‘tanpa bumbu’ malah. Tapi makanan ini emang cocok di lidah gw. Harganya? Rp. 26 ribu.

Selesai dari sana, gw dan cewek gw pun kembali ke restorannya dan ternyata antrian masih mengular. Namun gak terlalu lama, sekitar 15 menit kemudianlah, nama kita dah dipanggil. Kita ditawarin di Sushi Bar nya, yaitu tempat dimana sushinya muter muter sendiri dan kita tinggal ambil apapun, berapapun yang kita mau. Harga ditentukan apa dan seberapa banyak yang kita makan. Namun cewek gw menolak. Cewek gw maunya di table yang mmh, lebih privasi, lebih mendukung buat pacaran. Hohoho…

Dan tempat kita akhirnya tersedia. Makanan yang pesen sepenuhnya cewek gw. Maklum, gw gak pernah makan disini. Mega pesen kesukaannya yaitu Crispy Tuna Mentai sebagai menu utama, Chuka Idako dan Crispy Roll sebagai selingan.Takoyaki dipesan juga buat makanan penutup. Khusus untuk Chuka Idako, rupanya ada pilihan. Mau guritanya aja atao dalam bentuk sushi. Nah, cewek gw, pesen dalam bentuk Sushi. Sebelum menutup penawaran, waiter akan menanyakan apakah ada yang ulang tahun di minggu ini. Nah cewek gw langsung bilang ada. Dan kami berhak untuk medapatkan sushi birthday. Sambil nunggu, cewek gue menyiapkan segala bentuk ramuan kayak kecap asin, wasabi sama bubuk cabe.

Chuka Idako datang pertama. Bahannya dari gurita yang dimasak dengan berbagai ramuan dan ditaro di atas nasi jepang dan dibalut dengan nori (rumput laut). Gw pun langsung mencelupkan ke ramuan cewek gw dan di tahap awal, gw eneg sama norinya. Namun setelah kecampur dimulut, rasanya enak. Guritanya berasa saos. Empuk. Enak, gak alot. Menurut gw masaknya pas. Tapi kata cewek gw, itu masaknya setengah mateng. Gak apa-apalah, yang penting gak eneg dan muntah.

Makanan kedua pun datang, favorit cewek gw, Crispy Tuna Mentai. Jadi ini adalah sushi yang didalamnya ada ikan berbumbu, timun, dibaluy dengan nori dan balut lagi sama nasi abis itu atasnya ada ikan tuna yang olesin sama Mayonise. Gw liatin makanannya, dan sumpah itu gw ragu banget makannya. Tapi apa daya, ya masak gw gak makan yang dikasih cewek gw? Gw pun mencelupkan sushi ke ramuan dan akhirnya masuk kemulut gw. Rasanya? Kaya!!! Kaya mau muntah lebih tepatnya. Sumpah, yang ini gak cocok di lidah gw. Pengen gw lepeh tapi gak enak. Stay cool. Gw mencoba untuk menikmatinya dan berhasil! Gw gak lepeh! Prestasi! Gw pun makin penasaran. Gw comot lagi satu lagi dan WOW!! Gw gak kuat. Gw langsung minum ocha (teh tawar) gratisan (refill pulak) untuk menetralisir. GAGAL!! Gw pun makan Shihlinnya. Much better.

Lalu datanglah menu selanjutnya. Crispy Roll. Namanya sih Crispy, tapi dari bentuknya, kayaknya gak crispy-crispy amat sih. Isinya adalah kepiting, timun, gak tau apa lagi dan dibungkus sama nori, dibalut lagu sama nasi dan diatasnya dikasih kuning-kuning apa gt, gak jelas. Rasanya? Mmh, yang jelas gw gak cocok. Gw perlu Shihlin dengan porsi yang lebih besar dan beberapa teguk ocha untuk menetralisirnya.

Namun, gw masih penasaran sama Crispy Tuna Mentainya. Gw pun ambil lagi 1. Dan inilah puncak bencana gw. Perut gw rasanya udah disesaki sama ocha sebagai pembantu penelanan gw. Alhasil gw makin pengen muntah. Gw pun ambil shihlin lagi dan ternyata, SUDAH HABIS!!! Tinggal tepung-tepungnya aja. Mau gak mau gw ambil aja sembarangan pake tangan. Alhamdulillah masih selamat. Namun rupanya itu hanya sementara kawan. Pas gw coba mencampur makanan itu dimulut, anjrrrooot, gak enak banget sumpah. Ocha pun gw ambil dan gw nelen macam mau minum obat. Sayang, itu hanya berhasil untuk sebagian makanan. Sisa makanan yang ada dimulut masih harus dikunyah dan ditelan. Dan itu, perlu waktu yang lama.

Dan menu terakhir akhirnya datang. Takoyaki. Takoyakinya enak. Garing. Guritanya juga banyak. Gede, dan matang. Mmh, karena matang, guritanya jadi agak lebih alot dibandingkan dengan Chuka Idako. Yah ini adalah makanan paling manusiawi yang gw coba dari restoran ala Jepang ini.

Mmh, mungkin agak aneh, tapi abis melalui penyiksaan itu, gw langsung sakit dan diare. Gw yakin bukan dari Sushinya, tapi dari makanan sebelumnya (sehari sebelumnya gw makanan bebek yang pedes dan KERAS!!) namun, klo ditanya “Di, lo masih pengen muntah?” gw akan jawab “Masih”.

That’s all folks… for your info, birthday sushinya gak dimakan, Cuma diliat buat foto2 aja. Itu sushinya nasi, diatasnya ada timun, pake salmon mentah dan udang setengah mateng. Dan satu lagi, gw mohon maaf, fotonya bukan foto asli. Gw googling. See u on the next post.

Jumat, 10 Agustus 2012

Aspek Perkembangan Perilaku Dan Pribadi

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 09.08.00
PERKEMBANGAN PERILAKU SOSIAL, MORALITAS, DAN KEAGAMAAN
A. Perkembangan Perilaku Sosial
Secara potensial (fitriah) manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial (zoon politicon). Namun untuk mewujudkan potensi tersebut ia harus berada dalam interaksi dengan lingkungan manusia-manusia lain.
1) Proses sosialisasi dan perkembangan sosial
Secepat individu menyadari bahwa diluar dirinya itu ada orang lain, maka mulailah pula menyadari bahwa ia harus belajar apa yang seyogyanya ia perbuat seperti yang diharapkan orang lain. Proses belajar untuk menjadi makhluk sosial ini disebut sosialisasi.
Sosialisasi itu merupakan suatu proses dimana individu (terutama anak) melatih kepekaan dirinya terhadap rangsangan-rangsangan sosial terutama tekanan-tekanan dan tuntutan kehidupan (kelompoknya); belajar bergaul dengan dan bertingkah laku didalam lingkungan sosio-kulturalnya.
Perkembangan sosial dapat diartikan sebagai sequence dari perubahan yang berkesinambungan dalam perilaku individu untuk menjadi makhluk sosial yang dewasa.

PS Adalah urutan perubahan yang berkesinambungan dalam urutan perilaku individu untuk menjadi makhluk sosial yang dewasa. Charlotte Buhler mengidentifikasikan perkembangan sosial ini dalam term kesadaran hubungan aku- engkau atau hubungan subjektif-objektif. Proses perkembangannya berlangsung secara berirama.
(a) Masa kanak-kanak awal (0,0-3,0) : subjektif
(b) Masa krisis I (3,0-4,0) : trotz alter (anak-degil)
(c) Masa kanak-kanak akhir (4,0-6,0) : subjektif menuju objektif
(d) Masa anak sekolah (6,0-12,0) : objektif
(e) Masa krisis II (12-13) : pre-puber (anak tanggung)
(f) Masa remaja awal (13,0-16,0) : subjektif menuju objektif
(g) Masa remaja akhir (16,0-18,0) : objektif

2) Kecenderungan Pola Orientasi Sosial
Branson mengidentifikasi berdasrkan hasil studi longitudinalnya terhadap anak usia 5-16 tahun bahwa ada tiga pola kecenderungan sosial pada anak, ialah (1) withdrawal-expansive, (2) reactivity-placidity dan (3) passivity-dominance.

B. Perkembangan Moralitas
Secara individu menyadari bahwa ia merupakan bagian anggota dari kelompoknya, secepat itu pula pada umumnya inividu menyadari bahwa terdapat aturan-aturan perilaku yang boleh, harus atau terlarang melakukannya.

Proses penyadaran tersebut berangsur tumbuh melalui interaksi dengan lingkungannya dimana ia mungkin merasakan akibat-akibat tertentu yang mungkin pula mengecewakan dari perbuatan-perbuatan yang dilakukannya.
1) Tingkat dan Tahapan Perkembangan Moralitas
Lawrence Kohlberg berdasarkan hasil studinya menyatakan bahwa perkembangan moralitas pada anak-anak itu pada dasarnya dapat dilukiskan tingkatan, tahapan, dan ciri-ciri perkembangannya.
2) Perkembangan Intelektual dan Moralitas
Conger menyatakan terdapat hubungan yang sangat erat antara perkembangan kesadaran moralitas dengan perkembangan Intelektual.

C. Perkembangan Penghayatan Keagamaan
Brightman menjelaskan bahwa penghayatan keagamaan tidak hanya sampai kepada pengakuan atas keberadaan (the excistence of great power) melainkan juga mengakui-Nya sebagai sumber nilai-nilai luhur yang eternal (abadi) yang mengatur tata hidup manusia dan alam semesta raya ini. Karenanya, manusia mematuhi aturan itu dengan penuh kesadaran, ikhlas disertai penyerahan diri dalam bentuk ritual (kebaktian) baik secara individual maupun kolektif, baik secara simbolik maupun dalam bentuk nyata dalam hidup sehari-hari.
1) Tahapan Perkembangan Penghayatan Keagamaan
Para ahli umumnya berpendapat bahwa pada garis besarnya perkembangan penghayatan keagamaan itu dapat dibagi dalam tiga tahapan yang secara kualitatif menunjukkan karakterisktik yang berbeda. Tahapan-tahapan itu ialah sebagai berikut:
(a) Pertama. Masa kanak-kanak (sampai usia tujuh tahun) yang ditandai, antara lain oleh:
(1) Sikap keagamaan reseptif meskipun banyak bertanya;
(2) Penghayatan secara rohaniah masih superficial;
(3) Hal ke Tuhan-an dipahamkan secara ideosyncritic (manurut khayalan pribadinya) sesuai dengan taraf kemampuan kognitifnya yang masih bersifat egocentric ( memandang segala sesuatu dari sudut dirinya).
(b) Kedua. Masa anak sekolah (7-8 sampai 11-12 tahun), yang ditandai, antara lain, oleh:
(1) Sikap keagamaan bersifat reseptif tetapi disertai pengertian;
(2) Pandangan dan paham ke Tuhan-an diterangkan secara rasional;
(3) Penghayatan secara rohaniah makin mendalam, melaksanakan kegiatan ritual diterima sebagai keharusan moral.
(c) Ketiga. Masa remaja (12-18 tahun) yang dapat dibagi ke dalam dua sub tahapan, ialah:
(1) Masa remaja awal, yang ditandai antara lain, oleh:
(a) Sikap negatif disebabkan alam pikirannya yang kritis melihat kenyataan orang-orang beragama secara hypocrit (pura-pura).
(b) Pandangan dalam hal ke Tuhan-annya menjadi kacau karena ia banyak membaca atau mendengar berbagai konsep dan pemikiran atau aliran paham banyak yang tidak cocok atau bertentangan satu sama lain;
(c) Penghayatan rohaniahnya cenderung skeptik.
(2) Masa remaja akhir, yang ditandai, antara lain,oleh:
(a) Sikap kembali, pada umumnya, kearah positif dengan tercapainya kedewasaan intelektual;
(b) Pandangan dalam hal ke-Tuhan-an dipahamkannya dalam konteks agama yang dianut dan dipilihnya;
(c) Penghayatan rohaniahnya kembali tenang setelah melalui proses identifikasi. Ia dapat membedakan antara agama sebagai doktrin atau ajaran dan manusia penganutnya, yang baik (saleh) dari yang tidak.

2) Proses Pertumbuhan Penghayatan Keagamaan
Peranan lingkungan keluarga sangat penting dalam pembinaan penghayatan keagamaan ini.

D. Perkembangan Perilaku Afektif, Konatif dan Kepribadian

a. Perkembangan fungsi-fungsi Konatif dan Hubungannya dengan Pembentukan Kepribadian
Fungsi Konatif atau motivasi itu merupakan faktor penggerak perilaku manusia yang bersumber terutama pada kebutuhan-kebutuhan dasarnya (basic needs).
Didalam kenyataan yang berkembang itu bukanlah jenis motif atau kebutuhan, melainkan beberapa sifatnya, misalnya objek dan caranya, intensitasnya, dan sebagainya.
1) Contoh Perkembangan Perilaku dan Objek Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Freud memberikan contoh yang khas tentang tahap-tahap; perkembangan perilaku dan objek pemenuhan kebutuhan dasar psychosexual (yang erat hubungannya dengan teoti kepribadian yang di kembangkannya)secara hipotesis.
2) Hierarki Kebutuhan dan Pengaruhnya terhadap Pembentukan Kepribadian menurut Maslow
Abraham H. Maslow mengidentifikasi lima kebutuhan dasar manusia : (1) Physiological, (2) Safety (security), (3) Social (Affiliation), (4) Esteem (Recognition), (5) Self (Actualization). Berdasarkan intensitas kekuatannya (its strength) yang hierarkinya dapat berubah-ubah dalam kecenderungan tersebut.
3) Kebutuhan Sebagai Tugas Perkembangan menurut Havinghurst
Tugas-tugas perkembangan (developmental tasks) itu tersusun sebagai berikut:
(a) Masa Bayi dan masa kanak-kanak Awal
(b) Masa Kanak-kanak Akhir dan Anak Sekolah
(c) Masa Remaja
(d) Masa Dewasa Awal

b. Perkembangan Emosional dan Perilaku Afektif
Emosi dapat di definisikan sebagai suatu suasana yang kompleks (a complex feeling state) dan getaran jiwa (a strid up state) yang menyertai atau muncul sebelum/sesudah terjadinya perilaku.
Aspek emosional dari suatu perilaku, pada umumnya, selalu melibatkan tiga variabel, yaitu rancangan yang menimbulkan emosi (the stimulus variable), perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi bila mengalami emosi (the organisme variable), dan pola sambutan ekspresi atas terjadinya pengalaman emosional itu (the response variable).
1) Perkembangan Dimensi-Dimensi Emosional
Dua dimensi emosional yang sangat penting diketahui para pendidik, terutama para guru, ialah (1) senang tidak senang (pleasant-unpleasant) atau suka tidak suka (like-dislike), dan (2) intesitas dalam term kuat-lemah (strength-weakness) atau halus-kasarnya atau dalam-dangkalnya emosi tersebut.
2) Pengaruh Emosional terhadap Kecenderungan Pembentukan Afektif dan Kepribadian
Berdasarkan studi atas arah kecendurangan perilaku afektif yang dominan terhadap jenis-jenis objek tertentu. Edward Spranger mengidentifikasi enam jenis kecenderungan manusia, yang akan berkembang menjadi karakteristik kepribadiannya, ialah tipe-tipe manusia:1)Teoritis 2)Ekonomis 3)Estetis 4)Sosial 5)Politis 6)Religious

c. Perkembangan Kepribadian
Menurut Erikson, identitas pribadi seseorang itu tumbuh dan terbentuk melalui perkembangan proses krisis psikososial yang berlangsung dari fase ke fase. Kalau individu yang bersangkutan mampu mengatasi krisis demi krisis ia akan muncul dengan suatu kepribadian yang sehat. Sebaliknya, kalau ia tidak mampu mengatasi krisis-krisis psikososial tersebut, maka ia akan larut (deffuse) ditelan arus kehidupan masyarakatnya yang terus berkembang (ever changing society).


PERILAKU DAN PRIBADI REMAJA SERTA PERMASALAHANNYA
1. PENGERTIAN dan MAKNA MASA REMAJA
a. Batas Masa Remaja
Harold Alberty menyatakan bahwa periode masa remaja itu kiranya dapat didefinisikan secara umum sebagai suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanaknya sampai datangnya awal masa dewasanya. Secara tentatif pula para ahli umumnya sependapat bahwa rentangan masa remaja itu berlangsung dari sekedar 11-13 tahun sampai 18-20 tahun menurut umur kalender kelahiran seseorang.
Dalam rentangan periode yang cukup panjang (6-7 tahun) itu tenyata terdapat beberapa indikator yang menunjukkan perbedaan yang berarti (meskipun bersifat gradual, baik secara kuantitatif maupun kualitatif) dalam karakteristik dari beberapa aspek perilaku dan pribadi pada tahun-tahun permulaan dan tahun-tahun terakhir para remaja itu. Oleh karena itu, para ahli juga cenderung mengadakan pembagian lagi ke dalam masa remaja awal (early adolescent, puberty) dan remaja akhir (late adolescent, adolescent) yang mempunyai rentangan waktu antara 11-13 sampai 14-15 tahun dan 14-16 sampai 18-20 tahun.
Terdapat pula variasi mengenai irama dan tempo perkembangan itu ( mereka yang tinggal didaerah yang banyak menerima sinar matahari lebih cepat matang dibandingkan di daerah lainnya) juga yang tinggal di daerah pedesaan dapat dipandang lebih cepat “dewasa” dibandingkan mereka yang tinggal di perkotaan

b. Makna Masa Remaja
Fenomena perubahan-perubahan psikofisik yang menonjol terjadi dalam masa remaja, baik dibandingkan masa-masa sebelumnya maupun sesudahnya, mengundang banyak tafsiran. Sifat tafsiran itu sangat bergantung pada dasar pandangan (assumption) dan konsep atau kerangka dasar teoretis (conceptual frame work) serta norma yang digunakan (frame of references). Seperti tampak pada contoh-contoh berikut ini.
(1) Freud (yang teori kepribadiannya berorientasikan kepada seksual libido; dorongan seksual), menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa mencari hidep seksual yang mempunyai bentuk yang definitif karena perpaduan (unifikasi) hidup seksual yang banyak bentuknya (polymorph) dan infantile (sifat kekanak-kanakan).
(2) Carlotte Buhler (yang membandingkan proses pendewasaan pada hewan dan manusia), menafsirkan masa remaja sebagai masa kebutuhan isi-mengisi.
(3) Spranger (yang teori kepribadiannya berorientasikan kepada sikap individu terhadap nilai-nilai), menafsirkan masa remaja itu sebagai suatu masa pertumbuhan dengan perubahan struktur kejiwaan yang fundamental ialah kesadaran akan aku, berangsur-angsur menjadi jelasnya tujuan hidup, pertumbuhan ke arah dan ke dalam berbagai lapangan hidu.
(4) Hoffman (berorientasikan kepada teori Resonansi Psikis) menafsirkan bahwa masa remaja itu merupakan suatu masa pembentukan sikap-sikap terhadap segala sesuatu yang dialami individu.
(5) Conger (yang menekankan pada pendekatan interdisipliner kini) sejalan dengan pendapat Erikson (yang teori kepribadiannya berorientasi kepada psychological crisis development), menafsirkan masa remaja itu sebagai suatu masa yang amat kritis yang mungkin dapat merupakan the best of time and the worst of time.

2. Beberapa Permasalahan yang Timbul Pada Masa Remaja
Lajunya proses perkembangan perilaku dan pribadi itu dipengaruhi oleh tiga faktor dominan ialah faktor bawaan (heredity), kematangan (maturation), dan lingkungan (environment) termasuk belajar dan latihan (training and learning). Ketiga faktor dominan utama itu senantiasa bervariasi yang mungkin dapat menguntungkan atau menghambat atau membatasi lajunya proses perkembangan tersebut.
Liku-liku perkembangan yang ektsrem merupakan masalah yang tidak mudah diatasi, baik oleh individu yang bersangkutan maupun oleh masyarakat secara keseluruhan. Beberapa diantaranya ialah berikut ini.
a. Masalah-masalah yang mungkin timbul bertalian dengan perkembangan fisik dan psikomotorik, misalnya:
(1) Adanya variasi yang mencolok dalam tempo dan irama serta kepesatan laju perkembangan fisik antarindividual atau kelompok (wanita lebih cepat sekitar1-2 tahun dari pria) dapat menimbulkan kecanggungan-kecanggungan bergaul satu sama lain.
(2) Perkembangan ukuran-ukuran tinggi dan berat badan yang kurang proporsional, juga dapat membawa ekses psikologis tertentu, umpamanya munculnya nama-nama cemoohan (nickname). Yang lebih jauh lagi dapat membawa kearah self-rejection karena body-image-nya tidak sesuai dengan self-picture yang diharapkan.
(3) Perubahan suara dan peristiwa menstruasi dapat juga menimbulkan gejala-gejala emosional tertentu seperti perasaan malu.
(4) Matangnya organ reproduksi, membutuhkan pemuasan biologis, kalau tidak terbimbing oleh norma-norma tertentu dapat mendorong remaja melakukan masturbasi, homosexual, atau mencoba heterosexual yang mungkin berakibat lebih jauh lagi berkembang penyakit kelamin, disamping merupakan pelanggaran atas norma kesusilaan.

b. Masalah-masalah yang timbul bertalian dengan perkembangan bahasa dan perilaku kognitif.
1) Bagi individu-individu tetentu, mempelajari bahasa asing bukanlah merupakan hal yang menyenangkan.
Kelemahan-kelemahan dalam fonetik misalnya, juga dapat merupakan bahan cemoohan, yang bukan mustahil berakibat sikap negatif terhadap pelajaran dan guru bahasa asing yang berangkutan, benci pelajarannya dan juga terhadap gurunya.
2) Inteligensi juga merupakan kapasitas dasar belajar, bagi yang dianugerahi IQ yang tinggi (superior) atau dibawah rata-rata (slow learners), kalau kurang bimbingan yang memadai akan membawa ekses psikologis (underachiever-prestasinya di bawah kapasitasnya karena malas atau nakal; inferiority conplex-rasa rendah diri karena tidak pernah mastery atau mencapai hasil yang diharapkan dalm belajarnya).
3) Kadang-kadang terjadi ketidakselarasan, antara keinginan atau minat seseorang dengan bakat khusus (aptittudes)-nya. Banyak kegagalan studi mungkin bersumber pada pilihan yang kurang tepat ini.

c. Masalah yang timbul bertalian dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas, dan keagamaan.
1) Keterikatan hidup dalam gang (peers group) yang tidak terbimbing mudah menimbulkan juvenile deliquency (kenakalan remaja) yang berbentuk pekelahian antar kelompok, pencurian, perampokan, prostitusi dan bentuk-bentuk perilaku antisosial lainnya.
2) Konflik dengan orangtua, yang mungkin berakibat tidak senang dirumah, bahkan minggat (melarikan diri dari rumah).
3) Melakukan perbuatan-perbuatan yang justru bertentangan dengan norma masyarakat atau agamanya.

d. Masalah yang timbul bertalian dengan perkembangan perilaku afektif, konatif, dan kepribadian.
1) Mudah sekali digerakkan untuk melakukan gerakan atau kegiatan destruktif yang spontan untuk melampiaskan ketegangan instutif emosionalnya mekipun ia tidak mengetahui maksud yang sebenarnya dari tindakan-tindakannya itu.
2) Ketidakmampuan menegakkan kata hatinya membawa akibat sukar terintegrasikan dan sintesis fungsi-fungsi psikofisiknya, yang berlanjut akan sukar pula menemukan identitas pribadinya. Ia akan hidup dalam suasana adolescentisme (remaja yang berkepanjangan) meskipun usianya sudah menginjak dewasa.

3. Implikasinya bagi Pendidikan
Pendekatan dan pemecahannya dari pendidikan merupakan salah satu jalan yang paling strategis, karena bagi sebagian besar remaja bersekolah dengan para pendidik, khususnya para guru, mereka itu paling banyak mempunyai kesempatan berkomunikasi dan bergaul.
Diantara usaha-usaha pembinaan, sekurang-sekurangya untuk mengurangi kemungkinan tumbuhnya permasalahan seperti tersebut diatas, dalam rangka kegiatan pendidikan yang dapat dilakukan para pendidik umumnya dan para guru khususnya, ialah:
(a) Untuk memahami dan mengurangi permasalahan yang bertalian dengan perkembangan fisik dan perilaku psikomotorik, antara lain:
(1) Seyogjanya dalam program dan kegiatan pendidik tertentu, diadakan program dan perlakuan layanan khusus bagi siswa remaja pria dan siswa remaja wanita yang diberikan pula oleh para guru yang dapat menyelenggarakan penjelasannya dengan penuh dignity;
(2) Disamping melalui bentuk-bentuk pendidikan secara formal tersebut, kiranya dapat pula diadakan diskusi atau panel atau ceramah tamu tentang pendidikan jenis (sex education), bahaya-bahaya dari perilaku menyimpang dalam pemuasan kehidupan seksual terhadap kesehatan serta perkembangan jasmani dan rohani yang sehat;
(3) role playing, akan sangat tepat untuk mengurangi ekses sosial dari perkembangan fisik dan perilaku psikomotorik,yang sebenarnya merupakan hal yang wajar (natural) terjadi dan tidak perlu merupakan keanehan yang harus ditabukan secara berlebihan.

(b) Untuk memahami dan mengurangi kemungkinan timbulnya permasalahan yang bertalian dengan perkembangan bahasa dan perilaku kognitif, antara lain:
(1) Kepada guru bidang studi tertentu, tampaknya dituntut pemahaman yang mendalam dan perlakuan layanan pendidikan dan bimbingan yang bijaksana sehingga siswa-siswa remaja yang biasanya mengalami kesulitan dan kelemahan tertentu dalam bidang-bidang studi yang sensitif tersebut tidak menjurus kepada situasi-situasi frustasi yang mengandung lahirnya reaksi-reaksi mekanisme pertahanan diri atau defence mechanism atau sikap-sikap dan tindakan-tindakan yang negatif destruktif, baik terhadap bidang studinya maupun gurunya;
(2) Penggunaan strategi belajar-mengajar yang tepat (individu alize atau small group based instruction) untuk membantu siswa-siswa yang cepat dan yang lambat dengan menggunakan sistem pengajaran modul;
(3) Penjurusan atau pemilihan dan penentuan program studi seyogjanya memperthitungkan segala aspek selengkap mungkin dengan data atau informasi secermat mungkin yang menyangkut kemampuan dasar intelektual (IQ), bakat khusus, disamping aspirasi atau keinginan orangtuanya dan siswa yang bersangkutan.

(c) Untuk memahami dan mengurangi kemungkinan timbulnya permasalahan yang timbul bertalian dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas dan kesadaran hidup atau penghayatan keagamaan, antara lain:
(1) Diusahakan terciptanya suasana dan tersedianya fasilitas yang memungkinkan terbentuknya fasilitas kumpulan remaja yang mempunyai tujuan-tujuan dan program-program kegiatan yang positif konstruktif berdasarkan minat;
(2) Diaktifkannya hubungan rumah dengan sekolah (parent teacher association) untuk saling mendekatkan dan menyelaraskan sistem nilai yang dikembangkan dan cara pendekatan terhadap siswa remaja serta sikap dan tindakan perlakuan layanan yang diberikan dalam pembinaannya;
(3) Pertemuan dan kerjasama antar kelembagaan yang mempunyai tugas dan kepentingan yang bersangkutan dengan kehidupan remaja secara rasional, tampaknya akan sangat bermanfaat dalam rangka pembinaan minat, karier, dan aktivitas lainnya.

(d) Untuk memahami dan mengurangi permasalahan yang timbul bertalian dengan perkembangan fungsi-fungsi konatif, afektif, dan kepribadian, antara lain:
(1) Sudah barang tentu jalan yang paling strategis untuk ini ialah apabila para pendidik terutama para orang tua dan guru dapat menampilkan pribadi-pribadinya yang dapat merupakan objek identifikasi sebagai pribadi idola para remajanya:
(2) Pemberian tugas-tugas yang dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, belajar menimbang, memilih dan mengambil keputusan/tindakan yang tepat akan sangat menunjang bagi pembinaan kepribadiannya.

Rabu, 08 Agustus 2012

IBU

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 17.44.00
Kalian pasti udah ga aneh lagi sama kata IBU kan ? bahkan tiap hari kalian sebut namanya dengan panggilan mamah, bunda, ibu, atau yang lainnya.
Sebenernya apa sih arti seorang ibu bagi kalian? Apa ibu cuma sebagai tempat meminta uang? atau cuma sebagai tempat mengadu saat sedih dan ditinggalin gitu aja saat kita lagi seneng? Atau yang lainnya?

Dan kalian pasti berpikir kalo ibu itu orang yang cerewet, tukang ngatur, atau yang lainnya. Tapi kalian tau gasih sebenernya ibu ngatur kita itu untuk apa? Ibu cerewet itu untuk apa? Semua itu ibu lakukan untuk anaknya, demi kebaikan anaknya lebih tepatnya. Coba deh kalian pikirin! Apa yang udah ibu kasih untuk kita anaknya? Harta? Dia berikan untuk kita. Pengetahuan? Di kasih juga. Kasih sayang? Tentu dikasih. Apa yang ibu punya pasti dia berikan untuk kita, sampe jiwa dan raganya pun rela dia berikan untuk kita.

Ibu yang telah menjaga kita sejak dalam kandungan dan yang udah bertaruh nyawa untuk melahirkan kita, supaya kita ada di dunia ini. Ibu juga yang udah membesarkan kita, merawat kita dirumah, membimbing kita, mengajarkan kita, dan masih banyak lagi yang ibu lakukan untuk kita. Karena bagi seorang ibu, kita itu bagaikan sebuah permata yang sangat berharga, yang ga boleh hilang, ga boleh rusak, ga boleh sampe kenapa-kenapa, dsb.

Pernah denger pepatah KASIH IBU SEPANJANG JALAN, KASIH ANAK SEPANJANG GALAH? Kayanya pepatah itu memang tepat banget buat kita ya? Coba renungin sebentar!

Pernah ga kalian pikirin mau nya ibu? Ngga ya? Padahal ibu selalu mikirin apa yang kita mau, selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kita. Pernah ga kalian mikirin ibu? Ngga ya? Padahal ibu selalu mikirin kita dalam keadaan apapun. Pernah ga kalian mendoakan ibu? Ngga ya? Padahal ibu selalu membawa nama anak anaknya pada setiap doa-doa yang dia panjatkan. Pernah ga kita peduli saat ibu kita sakit? Ngga ya? Padahal ibu selalu memperdulikan kita, merawat kita, menjaga kita saat kita sakit. Apakah kita selalu inget sama ibu? Ngga ya? Apalagi kalau kita lagi seneng-seneng di luar sana. Tapi ibu, dalam keadaan apapun dia selalu inget sama kita. Pernahkah kita lebih mementingkan ibu? Ngga ya? Padahal ibu selalu mementingkan dan menomor 1-kan kita dari pada apapun.

Yang ibu mau hanya satu, hanya kebahagiaan anaknya. Ia rela melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya. Ibu tidak pernah meminta pamrih pada anaknya. Sekarang tinggal bagaimana cara kita membalasnya. kita ga mungkin sanggup untuk membalas semua pengorbanannya. Kita bisa lakukan dari hal yang kecil, dengan cara menghormatinya, mematuhinya, menghargainya, dan masih banyak hal kecil lainnya yang bisa kita lakukan utuk membahagiakan ibu.

Bagi gue, Ibu adalah seorang malaikat yang di turunkan Tuhan untuk gue, yang melindungi gue, membimbing gue, mengingatkan gue. Ibu adalah matahari bagi gue, yang menyinari kehidupan setiap harinya. Bagaikan bintang yang menyinari di saat dunia ini gelap. Bagaikan seorang guru yang mengajarkan gue. Ibu adalah wanita terkuat di dunia ini. MOTHER IS MY EVERYTHING

Gue ga bisa mendeskripsikan satu-satu pengorbanan dan kasih sayang seorang ibu, karena terlalu banyak pengorbanan dan kasih sayang yang telah diberikan seorang ibu pada anaknya. karna pengorbanan dan kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah habis dan berhenti sampai akhir hidupnya.

Sabtu, 28 Juli 2012

Bersyukur, Lalu Berbahagia..

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 03.52.00
Setidaknya...

terdapat sebuah kerangka kesuksesan sepeninggal kegagalan, adalah kesabaran dan do'a yang menyempurnakannya.
Berbahagia secara sederhana, mungkin itu kuncinya. Sering kedangkalan pikirku menafsirkan kebahagiaan adalah terpenuhinya semua hasrat yang ada dalam kedirianku. Kebahagiaan adalah kecukupan atas sebuah nafsu. Kebahagiaan adalah keadaan dimana aku merasa sedang menggenggam dunia dikepalan tangan kecilku. Ternyata tak hanya itu..

Kedewasaan mengikis paradigma dulu. Berfikir radikal hingga membuahkan sebuah karya pikir; "Bukankah kita terlalu mengecilkan makna kasih sayang Tuhan dengan melihat kebahagiaan dalam perspektif parsial? Bukankah segarnya air akan nampak terasa ketika tenggorokan kita dahaga? Bukankah kesadaran ternamakan dari proses yang berbalik makna darinya, kita menyebutnya mimpi. Dan bukankah kita makhluk yang sempurna, dimana kita dipilih langsung Sang Pemilik Otoritas Dunia menjadi pemimpin bagi setiap makhluk yang ada? Tiada alasan mengecilkan makna kenikmatan bahagia, meski tak jarang kesadaran yang melemah mengaburkan semuanya, meruksak konsepsi hakiki".
"Katakanlah: ”Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur".
(Al-Quran Al-Karim Surah Al-Mulk [67]: ayat 23)
Maka bersyukur, lalu berbahagialah...

bandung, 28 Juli 2012.

Kamis, 26 Juli 2012

Ramadhan di Jepang

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 16.42.00
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.



Tak terasa, bulan ramadan semakin mendekati kita, tinggal satu pekan lagi kita akan menjemputnya. Karena itu, kami akan mencoba untuk menjabarkan banyak hal tentang berpuasa selama di Jepang. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi kami menerima komentar dari saudara-saudari kaum muslimin sekalian.

Tantangan selama berada di Jepang!!!

Kami membaginya dalam 4 bagian, yang pertama adalah lingkungan yang terisolasi. Dimana seorang muslim akan serasa berada dalam keasingan, dikarenakan lingkungan yang mayoritas non-muslim. Tentu hal ini sangat berbeda jauh ketika kita berada di negara Muslim, seperti Indonesia, Malaysia, Timur Tengah, dll. Yang kedua adalah lingkungan yang sangat menggoda atau dapat menggoyahkan iman kita. Seperti kita tahu, bahwa sebagian besar penduduk di Jepang adalah non-muslim, dan yang menjadi masalah adalah, ketika ramadhan tiba, bertepatan dengan musim panas, yang secara tidak langsung, mau tidak mau, para wanita akan menggunakan pakaian minim,tipis, berpakaian tapi telanjang yang akan anda temukan dimana-mana, entah itu di mall, di kampus, di jalan, atau dimanapun.Yang ketiga adalah tidak ada toleransi dalam pekerjaan. Seperti kita tahu, di Indonesia pada bulan ramadhan biasanya jam-jam kantor dikurangi, dan para pegawai dapat pulang ke rumah dengan cepat. Yang keempat, adalah cuaca panas dan kelembapan tinggi. Bisa dibilang ini adalah cobaan yang pasti dirasakan oleh semuanya, tanpa terkecuali. Karena cuaca panas ini meliputi seluruh kota. Ditambah lagi dengan regulation about 28 degree*tapi kebanyakan orang melanggar kok*.

Berkah di Jepang!!!

Jangan salah, selain cobaannya berat, berada di Jepang juga ada berkahnya. Nah, untuk yang satu ini, beliau membaginya juga menjadi 4 bagian. Yang pertama, adalah kesadaran diri. Satu hal ini yang menurutku emang paling penting. Seperti kita tahu, kalau kita berada di Indonesia, kadang ada saja hal-hal yang membuat kita ingin membatalkan puasa. Jadi puasa kita itu hanya karena malu sama orang lain. Ih masak malu sama orang lain, tapi gak malu sama Allah. Nah, untuk itu, berada di Jepang melatih diri kita untuk berpuasa benar2 ikhlas karena Allah. Bukan karena menjaga image dari orang - orang. Ingat, ibadah karena manusia = riya = syirik kecil. Yang kedua, banyak kemudahan, apa maksudnya? yah seperti kita tahu, di Jepang teknologinya mantap, dan hal - hal seperti ini lah yang merupakan kemudahan bagi kita selama berpuasa. Contohnya, lampu yang berada di kampus saya itu ada yang otomatis nyala bila waktu maghrib telah tiba, so sebenarnya kita gak perlu capek2 liat jam atau apapun, cukup jadikan itu sebagai patokan. Dan juga mesin penjual minuman ada dimana-mana, kombini juga, so banyak kemudahan yang Allah berinyakan juga. Yang ketiga, kesempatan berdakwah, mengapa?Kalau di Indonesia, dakwah tentu bukan kewajiban buat kita, karena jelas banyak yang kemampuan berdakwahnya jauh diatas kita. Beda dengan ketika berada di Jepang. Kita sebagai seorang muslim, wajib untuk menyebarkan agama yang haq ini.Yang keempat, alam yang indah. Tak perlu diragukan lagi, indahnya bunga sakura dan gunung fuji yang menjadi ciri khas jepang, membuatku tak perlu menjabarkan berkah yang satu ini.

Tingkatkan Taqwamu!!!

Salah satu hal yang bisa mengingatkan kita agar senatiasa beriman dan bertaqwa pada Allah adalah dengan mengingat mati. Ingatlah bahwa hidup ini terbatas dan kita harus mempergunakannya sebaik-baiknya.Dan puasa juga salah satu bukti ketaqwaan kepada Allah Subhana Wa ta'ala, sebagaimana dalam firmanNya yang berarti,

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

QS. al-Baqarah (2) : 183.

Bersemangatlah dalam berpuasa,karena puasa itu......

كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال عز و جل : إلا الصيام فإنه لي و أنا الذي أجزي به

“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Muslim no.1151)

“Tiada seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah menjauhkannya karena puasa itu dari neraka selama 70 tahun” HR. Bukhari, Juz. VI/No. 35.

Sunnah-sunnah di dalam bulan ramadhan.
Pentingnya membaca qur'an.

Mengapa? Simak hadits ini

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Bacalah Al Qur'an, krn Al Qur'an membawa syafaat bagi yg membacanya di yaumil qiyamahjuga hadits yang ini

“Artinya : Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka dia mendapat satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat, saya tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf”dan yang satu ini penting untuk mereka yang masih belajar dalam membaca, serta terbata-bata dikarenakan lidah yang tak terbiasa,

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اَلْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَ الَّذِيْ يَقْرَؤُهُ وَ يَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَ هُوِ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Seorang yang pandai dalam Al-Quran akan bersama dengan para malaikat yang mulia lagi taat, dan seorang yang membaca Al-Quran dengan tersendat-sendat (terbata-bata) dan merasa keberatan maka baginya dua pahala.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

Adapun mengenai do’a berbuka yang biasa tersebar di tengah-tengah kaum muslimin: “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu….”, perlu diketahui bahwa ada beberapa riwayat yang membicarakan do’a ketika berbuka semacam ini. Di antaranya adalah dalam Sunan Abu Daud no. 2357, Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 481 dan no. 482. Namun hadits-hadits yang membicarakan hal ini adalah hadits-hadits yang lemah. Di antara hadits tersebut ada yang mursal yang dinilai lemah oleh para ulama pakar hadits. Juga ada perowi yang meriwayatkan hadits tersebut yang dinilai lemah dan pendusta oleh para ulama pakar hadits. (Lihat Dho’if Abu Daudno. 2011 dan catatan kaki Al Adzkar yang ditakhrij oleh ‘Ishomuddin Ash Shobaabtiy)dan doa yang disunnahkan adalah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka membaca,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah [Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah]” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dan, sebagai kesimpulan, kita harus menyambut kedatang bulan ramadhan, yang mungkin tidak akan kita jumpai lagi di Tahun depan dengan mengingat hal-hal berikut ini,
  • Bahwa ramadhan adalah bulan penuh berkah,
  • Bahwa ramadhan adalah bulan pengampunan bagi hamba Allah,
  • Bahwa ramadhan adalah seperti pendidikan selama satu bulan bagi kita sebagai ujian
Demikianlah yang dapat kami sampaikan pada tulisan kali ini. Semoga bermanfaat,

Wa billahi taufiq,
Wassalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Senin, 23 Juli 2012

Hanya Denganmu Blogger

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 23.49.00
Hari ini, seharian penuh, lebih tepatnya di mulai tiga hari yang lalu. Dengan hasrat yang agak menggebu mencoba mengubah beberapa halaman blog wordpress dengan tampilan yang lebih memukau dan terlihat elegan, merubah domainnya agar terlihat lebih professional (katanya dedengkot blogger), dan ternyata di akhir darah dari usaha penghabisan ,hanya satu kata yang dapat saya tuliskan “penyesalan”.

Terlihat dari segi tampilan dan kemudahan yang diberikan, wordpress terlihat sangat bersahabat dan elegan. Itu benar !! sedang perlu diketahui kawan bahwa harga yang diberikan harus sepadan dengan kesetiaan (alias mengikat).

Kesetian yang mengikat mengarah pada monopoli perdagangan, yang mana domain puh harus dibeli dari vendornya tersebut . Jika tidak kita didepak (baca dalam dunia politik: melanggar kode etik), contohnya saja saat saya akan memberikan domain Indonesia (.web.id) maka yang harus dilakukan adalah mempunyai hostingan sendiri (sebenarnya saya masih belum tahu hosting itu apa tapi berdasar tutorial saya jalani saja) dengan kata lain biaya akan benar-benar membengkak (apa lagi untuk orang biasa seperti kita ini habis lah sudah).

Setelah melalui tahap pelajaran panjang, ada cara untuk mengelabuhi biaya yang membengkak, yaitu kata gratisan. Freehosting memang bersahabat dan sudah bagai saudara yang mendaging, mencari bersama paman google adalah pilihan yang tak dapat dihilangkan karena beliau lebih tau dan senior dari kita (semakin berumur, semakin berisi). Beberapa tahapan panjang pun terjalani dan selangkah lagi wordpress dengan domain pribadi sudah  hampir jadi. Klik install lengkaplah sudah, tapi apa yang terjadi, alamat barang gratis pun  terungkap. Dan ternyata yang namana barang tak berbayar banyak cacatnya, mudah eror dan habis berlakunya. HABISLAH SUDAH

Bila berniat beli domain pribadi (tentunya bukan dalam taraf industri) cukup dengan blogspot.com saja saya berani berjanji untuk sehidup semati.

tulisan ini bukan untuk hinaan bagi kawan2 pengguna wordpress  hanya sekedar corat-coret semata berbagi pengalaman dan bentuk kesetiaan saya untuk tetap ber blogging ria.

Salam kenal KoPs

Kamis, 19 Juli 2012

Live is After Three Minutes Part-1

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 18.33.00
Prolog

Putih, sejauh mata memandang pasti ku temukan. Aroma obat-obatan dimana-mana, banyak orang mondar-mandir, ramai tapi aku sepi di bangku menunggu resep yang ingin ku tebus. Sudah 3 minggu lamanya, sudah 3 kali aku datang ketempat ini. Membosankan sekali duduk disini, menunggu hingga namaku disebut dan pulang kerumah dengan bungkusan obat yang banyak dan bermacam-macam.

Pulang ke rumah aku harus menelan obat-obatan aneh ini. Tiap hari, 3 kali sehari dan rasanya sangat tak mengenakkan harus menelan banyak butir obat. Aku terkadang pura-pura lupa dengan keadaan yang mengharuskanku untuk bertemu obat-obatan ini setiap hari. Tapi orang rumah selalu mengingatkan, bahkan diluar rumah aku harus membawanya kemana-mana dan tak lupa meminumnya.

Ini dimulai dari 3 minggu lalu saat aku difonis menderita gegar otak, 3 hari setelah kejadian aku baru tau ternyata dampak 3 menit ketidak sadaranku berimbas pada otakku. Aku harus mempersiapkan diri 3 hari untuk berani ke rumah sakit dan ternyata aku harus menunggu hidupku yang tak lama lagi dan tak cukup bagiku.

Tak cukup untuk meraih cita-citaku, tak cukup untuk menikah dengan orang yang aku cintai dan tak cukup bagiku untuk menggumpulkan pahala agar dapat masuk surga. Surga, siapa yang tak ingin kesana setelah meninggalka dunia.

Saat berita itu di umumkan ke orang rumah, aku hanya bisa menunduk. Semuanya diam, lama sekali hingga beberapa hari. Sekarang mungkin mereka sudah bisa menerima, tapi aku tidak masih tak adil bagiku. Kejadian itu sangat cepat bagiku dan mengapa harus menorehkan luka bagiku, bagi orang sekitarku.

Obat ini harus ku tebus tiap minggu, harganya cukup mahal. Aku harus meminumnya, mau tak mau. masih banyak yang harus dilakukan agar bisa bertahan lama. Lama, apakah itu harapan????

Sebenarnya sekarang aku hanya ingin berharap satu hal, aku ingin orang disekitarku tidak menanggung kesedihan ini. Hidup ini terlalu sedih bagiku tapi tak perlu rasanya bila mereka harus bersama-sama menanggungnya. Makin sedih saja bila harus membagi kesedihan ini. Aku ingat pernah menuliskan status di FB "aku hanya ingin membagi kebahagiaan dalam hidupku" ternyata hanya kesedihan yang mendalam yang aku beri hingga akhir hidupku.

Hidup yang tuhan beri setelah 3 menit insiden itu sungguh berat. Sebenarnya harapan hidup yang dokter bilang buka lagi untukku tapi untuk orang disekitarku saja yang mengharapkan aku hidup. Harapan mereka bila memang itu bahagia bagi mereka maka akan jadi harapanku pula. Kini aku akan mencari hidup dan arti hidup yang diberi tuhan setelah 3 menit itu. Bukan bahagia lagi yang akan aku cari karena sepertinya arti hidup itu bukan hanya bahagia tapi sedih, derita juga bisa menjawab arti dari hidup.

ya 3 menit.. bersambung!

Rabu, 20 Juni 2012

Gagal

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 20.07.00
“Gagal mengenalkanmu dengan kesuksesan dan keberhasilan!”

Gagal? siapa dia? Aku nggak kenal!

Gagal itu anak kemarin sore, dia dilahirkan setelah terbenamnya matahari. Ketika ia berojol dari rahim, dunia serasa gelap gemerlap, ketika itu juga semua manusia kehilangan ingatannya. Gagal menjadikan manusia serba aneh, bahkan ada yang nyaris gila. Keberadaan gagal di dunia menjadi kontroversi tersendiri. Semua kalangan mengagumi tapi juga melaknatnya. Kasihan dia, apa salahnya? Masih belum terbayang mengapa pikiran manusia begitu pendek sehingga begitu membenci gagal. Toh jika kita cermati lagi ternyata manusia sendirilah yang mempersilakan gagal mampir ke rumah mereka. Gagal adalah sosok yang dipaksa menjadi tamu namun setelahnya diusir dengan tidak hormat. Bahkan disiram air comberan pula. Sekali lagi, kasihan gagal....!

Gagal berasal dari keluarga yang sederhana, namun karena kepamorannya dia terkenal di seluruh penjuru dunia. Siapa yang tidak mengenalnya? Dari anak TK yang gagal merampas bola milik temannya sehingga merengek dengan keras. Siswa SMA yang tidak ikut bersama teman-temannya mencoret baju. Dan pria mapan berdasi yang mencoba meminum cairan baygon setelah usai ritual coblos-mencoblos.

Gagal itu bagaikan kehidupan. Upz, bukannya terbalik? Oh tidak. Sebagaimana kehidupan, gagal juga memiliki seribu satu kisah dramatis, romantis dan miris. Kehidupan memiliki jembatan yang harus disebrangi, begitu juga dengan gagal. Hanya saja jembatan kegagalan lebih menarik dan mewah. Ketika malam hari akan terlihat indah dengan beragam warna lampu yang memakan ribuan watt. Ketika kamu melewati jembatan tersebut kamu akan merasakan seperti berjalan di atas awan, seakan terbang, namun kami peringatkan untuk berhati-hati agar selalu menggunakan sabuk pengaman dan juga dilarang menyalakan api karena jembatan penyebrangan ini adalah penyebrangan bebas asap rokok.

Gagal itu makanan pede! Makanan pede? Gimana rasanya? Rasa pisang dibelah dua. Manis, kecut, asin, asam, dan sedikit gimana....gitu!

Ceritakan pengalaman pribadi anda tentang gagal. Aku sendiri pernah bertemu dengannya. Tapi di mana ya? Sebentar...biar ku ingat-ingat dulu. Oh iya, pernah suatu hari saat matahari bersinar cerah. Terasa menyiksaku, namun aku berusaha untuk tetap ceria secerah ia menyinari dunia. Efek kilauan membuat suasana jadi lebih tegang. Hati bergejolak dengan berbagai perasaan yang tidak pernah ku mengerti. Sebagian besar siswa mengembalikan atribut putih abu-abunya ke rumah mereka masing-masing. Aku masih santai memandsang target yang sedang duduk di bawah pohon tepat di depan sekolah. Tanpa membuang waktu lebih lama, misi ku mulai. Ku sampiri target dan duduk di sampingnya. Berusaha mencairkan suasana dengan sapaan yang terlihat gombal.

“Hey, boleh duduk?” tanyaku ramah sambil menebar senyum akrab namun sama sekali tidak terlihat manis. Dia hanya menganggukkan kepala sekali.

“Minum?” aku menawarkan Pocari Sweeat botolan ditanganku. Dia hanya menggeleng. Wah, dasar neh cewek. Cuek amat.

Aku benci suasana seperti ini. Suasana dimana aku menjadi orang yang tersisihkan dari kehidupan. Tak bisa bergerak. Tanpa bicara. Tanpa kata. Namun perjuangan baru dimulai. Usahaku belum maksimal.

“Lagi nunggu kakak?” tanyaku

“Ya?” tanyanya lagi. Duh, aku benci mengulang perkataan yang sudah keluar dari mulutku. Ternyata menjadi orang asing baginya sangat menyebalkan.

“Lagi nunggu kakak?”

“Ah, nggak. Kakak keluar kota jadi dia nggak bisa jemput” jawabnya lembut

“Oh...” yes, ini kesempatanku mengantarkan dia pulang. Semoga saja berhasil. Akan ku buat dia terkesan pulang sekolah bersamaku. Sambil senyum-senyum sendiri aku menatap jalan raya dan memikirkan kalimat apa yang tepat untuk mengajaknya pulang bersamaku. Hem...mau pulang bersamaku? Oh tidak. Jangan begitu. Hem, boleh ku antar kamu pulang? Berminat pulang bersamaku? pulang bareng yuk! Apa lagi ya? Ah...mengapa saat seperti ini otakku buntu? Ada ide yang lebih cemerlang?

Ah...terlalu lama menunggu ide darimu. Aku sudah tidak sabar untuk melaju menelusuri kota bersamanya. Tapi kalimat mana yang layak dan sekiranya dia menerima tawaranku?

“Bunga,” aku memanggilnya pelan.

“Iya?” bunga menoleh dan menatapku. Wow....tatapannya semakin membuatku gugup.

“Ehem......” duh, sial. Kenapa aku jadi salah tingkah seperti ini?

“Iya kenapa dan?” tanyanya lagi penasaran.

“Ehem.. boleh ku antar kamu pulang?” wah. Kenapa aku memilih kalimat itu? Terkesan aku sangat berharap padanya. Oh...tidak. jatuh reputasiku di matanya.

“Hem...” dia berpikir. Wajahnya meyakinkan namun belum memberikan jawaban.

“Gimana ya?” wah, dia sudah mulai mempertimbangkannya. Tuhan....tolonglah aku saat ini. Aku sudah tidak sabar menunggu kata ‘Iya’ dari bibir manisnya.

Tin...Tin...suara klakson mobil membuyarkan ketegangan suasana. Aku dan bunga menatap Jazz merah asal suara klakson tadi. Di dalamnya ferry melambaikan tangan. Entah ditujukan kepadaku atau bunga.

“Maaf, aku pulang bareng ferry” jawabnya sambil membenarkan posisi tasnya berdiri, pergi dan meninggalkanku sendiri.

Ha....ha...ha.....saat itulah aku bertemu dan berkenalan dengan sosok yang bernama ‘Gagal’. Sempat terbesit untuk menyalahkan dan mencaci takdir. Akan ku buang motor besarku dan menggantinya dengan mobil mewah agar aku tidak bertemu dengan gagal setiap kali menawarkan gadis cantik untuk pulang sekolah bersamaku. Namun saat itu gagal mengajarkanku arti kehidupan. Mengajarkanku arti perjuangkan. Ia banyak cerita tentang dirinya hingga aku benar-benar mengenal sosoknya. Ternyata gagal tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya. Ternyata gagal adalah perjuangan, bukanlah putus asa seperti yang kusangka selama ini. Ternyata gagal sosok yang baik, tidak sejahat dan seburuk seperti yang selama ini ku kira, dan mungkin orang lain juga berpikiran sama denganku. Ternyata gagal.....ternyata gagal.....ternyata gagal.....

Malam ini gagal rindu denganku, ia datang lagi….. menghampiriku dengan membawa hadiah persahabatan. Hadiah berupa kerinduan yang tertunda. Ya, aku rindu dengan mantan kekasihku dan berniat besar malam ini akan menghubunginya. Ternyata gagal memberiku kejutan, ia sibuk dan tidak bisa diganggu!!! Ya, harus sabar bersahabat dengan gagal karena kalau tidak anda bisa menjadi salah satu dari musuh gagal yang selalu dibencinya. Gagal….maafkan aku, telah berburuk sangka terhadapmu.

“Kamu akan selalu berjumpa denganku jika kamu putus asa. Sadarlah, yang mengenalkan kamu dengan kesuksesan dan keberhasilan adalah aku!” Pesan terakhirnya padaku.

# # #

Sabtu, 16 Juni 2012

Seorang Pemimpi VS Seorang Pengkhayal

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 11.27.00
Seketika banyak orang yang meremehkannya dan meninggalkannya,

Seketika banyak yang menertawakannya saat mendengar impiannya.

Dia tidak pernah sedih, dan dia tetap kuat.
“seorang pengkhayal” yaah, memang hanya seorang pengkhayal.
Itulah selalu anggapan orang terhadapnya.

Tidak satupun orang yang mendengarkan, dan mempercayai mimpi gilanya.

Tahukah anda, siapa orang yang satu-satunya yang sangat mempercayainya??

Dia hanya percaya pada dirinya sendiri,

Dia tidak pernah peduli ketika banyak yang meremehkannya.

Dan dia selalu bersikap tegar ketika banyak orang yang meninggalkannya.
Itulah dia, dia bukan pengkhayal tapi dia “seorang pemimpi”

Yaah, dia seorang pemimpi yang berjuang untuk mewujudkan impiannya.

Yang dia tahu hanya allah, yang dia mengerti hanya tuhan yang menciptakan alam semesta ini, yang dia yakini hanya allah yang mengatur semua yang ada di dunia ini.

Dan dia percaya bahwa Tuhannya maha pengasih, maha pemurah, maha pemberi, maha kaya, dan maha segalanya.

Dia hanya “seorang pemimpi” bukan “seorang pengkhayal”

Ya, dia memang benar-benar “seorang pemimpi”.

 Tahukah anda, Seorang pengkhayal sama saja seperti pecundang.

Ya, memang benar kenyataanya. Dan pecundang adalah seorang pengecut.

Yang terlalu takut untuk mencoba, yang takut akan kegagalan.

Dan ketika seorang pengkhayal mengalami kegagalan yang terus-menerus,

Dia akan putus asa, pesimis dan mencoba jalan pintas. Yang hasilnya akan membawa kehancuran pada dirinya sendiri.

Tahukan anda, mengapa dia menganggap dirinya seorang pemimpi
dan terus meyakinkan pada semua orang bahwa dirinya bukan seorang pengkhayal???

Karena seorang pemimpi, akan selalu konsisten akan impiannya.

Dia akan bersemangat dengan menggapai impiannya.
Karena dia memiliki keyakinan yang kuat akan dirinya dan penciptanya.

Dia tidak pernah menyerah ketika kegagalan sering menghampirinya.

Dialah orang yang tidak pernah sedikitpun takut untuk menghadapi kegagalan.

Dialah orang yang terus merubah dirinya menjadi lebih baik, menjaga sikapnya.

Dia selalu berusaha memantaskan dirinya untuk menerima dan menggapai impiannya.

Dia tidak pernah curang dalam proses penggapaian mimpinya.
Karena keyakinannya akan alam semesta yang akan mendukungnya.
Keyakinan yang sangat amat kuat dalam jiwanya, karena kedekatanya pada ilahi.

Dia tetap jujur dalam menggapai impiannya, dia terus belajar. Dan tidak pernah puas untuk menimba ilmu. Itulah jiwa “seorang pemimpi”.
Karena, sekarang adalah waktunya seorang pemimpi yang akan menguasai dunia

Dan dia yakin, sekarang waktunya Seorang pemimpi yang akan menjadi pemimpin.

Kamis, 07 Juni 2012

Ngarep Jadi Terkenal

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 17.21.00
Gimana sih rasanya sih di kenal banyak orang? hhmm.... pertanyaan ini selalu hinggap di kepala gue. kadang bisa bikin gue enggak bisa tidur ampe gue terpaksa ngitungin kambing dari 1- 100 terus nyanyi nina bobo sampe nyanyi lagu punya Michael Jackson yang judulnya You are Not Alone, dengan tujuan biar gue bisa tidur. *oke lupakan.

kadang gue ngebandingin, orang terkenal dengan orang yang terkenal tapi bermanfaat. contoh nih orang yang terkenal sebutlah si X, si X ini modalnya cantik, badannya seksi, tiap orang yang ngeliat pasti kesem-sem , atau untuk yang laki-laki badannya tinggi besar, mukanya wow kaya syahrul khan. dia terkenal karena hal-hal fisik.  bagi gue itu enggak asik. lho kenapa engga asik?  engga asiknya ya biasanya yang kaya begitu jatohnya sombong. *cukup itu komentar gue.

sekarang ke perkara yang ke 2. terkenal dan bermanfaat. nah gue disini karena anak muda jadi gue pengen bahas yang muda-muda aja. kita ambil Raditya Dika sama Shitlicious. dua orang ini terkenal karena hal aneh mereka yang aneh. Radityadika orang ini terkenal karena dia seorang penulis buku dan komedian. letak bermanfaatnya dimana? gini deh coba lihat komedia kita yang sekarang, mereka banyak lebih seneng ngeledek kejelekan orang lain itu enggak baik lho kalo terus-terusan enggak mendidik. nah kalo manusia planet satu ini, dia konsepin kehidupan sehari-hari yang jarang orang Ngeh. so... kita lebih enak tertawanya karena memang kita kadang mentertawakan diri sendiri. bener kan...

terus shitlicious, kalo ini khusus buat gue. dia ini blogger dan penulis buku, yang gue seneng dari dia itu, tampang rokstar tapi hati islami. *cukup segitu aja. eh iya bermanfaatnya dimana? Oke bagi gue tulisan-tulisan dia di blog pribadinya banyak bikin gue terinspirasi.

nah sekarang balik ke diri gue sendiri, mau jadi apa gue? gue tentunya gue pengen terkenal dan bermanfaat juga, toh muka gue jelek terus gue pendek. udah enggak masuk kriteria seorang yang bakal di idolain karena fisiknya,, HUAHAHAHA....

kalo kalian semua giamna? mau terkenal juga ?

blog gue : www.fikrielfrana.wordpress.com

Selasa, 05 Juni 2012

Aku Takut Mati

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 07.54.00

keranda kematian

keranda itu di pangku beramai-ramai oleh orang yang simpatik kepada sebuah kematian, lantunan kalimatullah terus terucap dari setiapnya yang menyaksikan, tangis membahana memecah hari yang terik dan panas, melelehkan air mata yang semakin deras jatuh menimpa tanah.

mereka berlalu sampai sudut pandang mataku tak sanggup lagi melihatnya, sama percis dengan berlalunya waktu dalam jam dinding yang terus berputar. kejadian itu membuatku termangu sepi dalam sunyi,  tubuhku sontak lemas tak dapat membopong lagi raga yang telah banyak berdosa ini.

waktuku mungkin tak akan lagi lama didunia yang menyenangkan ini, raga ini memiliki penyakit yang sekian waktu berlalu, terus menggerogoti kehidupan ku, memberikan rasa sakit yang teramat sakit disetiap nafas yang ku hirup. aku banyak membaca tentang beberapa nasib orang yang memiliki penyakit sama dengan ku, dan mereka mati setelahnya.

banyak cara telah ku perbuat untuk sembuh dari hal yang tidak semua orang ingin kan ini, hal yang banyak membuatku menangisi diriku sendiri dalam gelapnya malam atau terangnya matahari pagi. kali ini aku benar-benar takut, kematian mungkin akan datang secepatnya. keranda hijau itu mungkin pertanda dari tuhan untuk ku, pertanda tak langsung jika waktu ku tak akan lama lagi.

sesak, perih, dan rasa sakit, adalah hal yang setia bersamaku untuk melawati waktu yang tuhan berikan. mati adalah harga mati untuk setiap makhluk yang hidup , dan aku masih tetap tidak mengerti ... mengapa aku masih saja takut mati?

catatan kecil,

fikrielfrana

twitt = @fikrielfrana  blog = www.fikrielfrana.wordpress.com

Sabtu, 02 Juni 2012

Warisan Akun

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 20.07.00
Ada berapa banyak akun sosial media yang teman-teman buat? Paling tidak lebih dari 2 dong ya. E-mail, blog, facebook, twitter, plurk, wordpress, ah banyak lagi yang lainnya.


Pernahkah teman-teman memikirkan, baik dipikirkan dengan serius maupun dipikirkan sambil lalu saat lagi melamun, kepada siapa akun-akun tersebut akan teman-teman 'wariskan' jika kelak teman-teman meninggal dunia? Ataukah menurut teman-teman, tak pentinglah mewarisi akun. Merbahaya juga kalo ngasi tau password sama orang lain.

Saya sendiri cukup sering memikirkan apa yang akan terjadi pada akun-akun yang saya kelola jika kelak tiada. Akankah kosong begitu saja sejak hari pertama saya meninggal dunia, atau akan ada 'pewaris' yang meneruskan penggunaan akun saya ya?

Saya memilih untuk memberi tau semua password akun saya pada suami saya. Saya rasa beberapa paasangan suami istri lainnya juga melakukan hal yang sama. Jikalau kelak suatu hari saya ditakdirkan meninggal terlebih dahulu, maka suami saya-lah yang akan meneruskan penggunaan akun saya. Minimal, sekedar untuk mengabarkan kepada teman-teman bahwasanya saya telah tiada dan tak bisa lagi melanjutkan blogwalking, posting blog, update status, dan lain sebagainya.

Jika nanti yang terjadi malah sebaliknya, artinya saya akan ganti pewaris. Itu belum saya pikirkan.

Bagaimana dengan teman-teman? Do you have this kind of silly thought as I have? :lol:

Kamis, 10 Mei 2012

Ruang Biru

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 23.23.00

Seleret cahaya menembus ruangan biru itu melalui sebuah jendela tua, permukaan kacanya yang kotor terlihat dalam bayangan bingkainya di lantai. Absennya niat sang pemilik untuk membersihkan jendela telah membuat jendela itu menjadi tempat favorit bagi debu, bahkan beberapa laba-laba telah memutuskan untuk membuat jaring di sana. Lantai ruang itu pun sama saja kotornya. Beberapa lapis debu telah berkarat menempel di sana. Hanya ada segaris permukaan lantai yang tidak terlalu kotor. Garis itu membentang dari ruangan tersebut ke sebuah pintu, dan dibalik pintu itu ada sebuah lorong yang terdapat 3 buah pintu di masing-masing dindingnya. Pintu di sebelah kiri adalah pintu menuju toilet, sebelah kanan adalah dapur, dan pintu di bagian depan adalah pintu keluar. Namun, pegangan pintu ini begitu kotor dan berdebu seolah belum pernah disentuh selama beberapa waktu.

Aku kembali ke ruangan itu, dan kembali menatap orang itu. Dari kondisi tempat ini, aku tahu bahwa kegiatan dia sehari-hari hanyalah pergi ke toilet atau dapur untuk sekedar memenuhi fitrahnya sebagai manusia. Selain 2 hal tersebut, aku yakin dia hanya duduk di kursi goyang itu sepanjang hari sambil membaca sebuah buku yang kelihatannya sudah dia baca ratusan kali. Aku tidak berani mengganggu orang itu, dia kelihatan sedang pulas tertidur dengan ekspresi wajahnya yang damai.

Sepertinya orang itu tidak menyadari keberadaanku, dia terlalu pulas tidur. Mungkin dia sedang bermimpi indah mengenai suatu hal. Menyadari hal itu, maka aku memberanikan diri mengintip dari pundaknya dan berusaha membaca buku itu. Rupanya itu adalah sebuah buku yang isinya ditulis manual oleh tangan. Dari sekilas saja aku melihat, aku tahu bahwa itu adalah tulisan seorang wanita dan entah kenapa tulisan itu rasanya sangat familiar. Walaupun kondisi buku itu sudah agak kusam, namun tulisan itu masih jelas terlihat dan tulisan itu cukup bagus untuk bisa dibaca.

Ternyata buku tersebut adalah sebuah diary. Aku tidak tahu apa hubungan sang pemilik diary dengan orang yang sedang membacanya itu. Aku pun tidak tahu kenapa sang pemilik merelakan diarynya kepada orang itu. Bukankah seharusnya diary menjadi sebuah milik pribadi dimana sang pemilik bisa menulis apapun tanpa khawatir tulisannya dibaca oleh orang lain? Ah, aku tidak terlalu memusingkan hal itu. Rasa penasaranku untuk membaca buku itu telah mencapai puncaknya dan aku pun mulai membaca.
Dear, diary

Meskipun mereka berusaha memasang senyum, aku tahu bahwa kondisiku semakin memburuk. Aku tahu ibuku tidak pandai berakting. Maka hari ini hanya ayah yang masuk ke ruang perawatanku sementara ibu menunggu diluar. Aku tahu ibu sedang menangis di balik pintu itu. Suara tangisnya sangat pelan dan menyakitkan. Menyadari hal itu, ayah terburu-buru membuat batuk palsu dan memulai pembicaraan mengenai penulis favoritku yang akan segera menerbitkan sebuah buku baru. Selain hal itu tak ada hal lain yang istimewa hari ini. Semoga aku masih bisa menulis esok hari.

Sepertinya orang yang menulis diary ini sedang sakit parah. Bahkan mungkin penyakitnya tidak bisa disembuhkan. Aku ingin sekali melanjutkan membaca diary itu tapi aku tidak mau membangunkan orang di atas kursi goyang itu. Maka aku menunggu dia bangun.

*****


Semburat merah telah memasuki ruangan dan aku masih terduduk di sudut mengawasi orang di atas kursi goyang itu. Sedari tadi dia hanya diam di sana dan menutup mata seolah sedang mati. Aku mulai berpikir bahwa orang itu tidak memiliki niat untuk bangun hari ini sementara aku semakin penasaran untuk membaca halaman berikutnya. Sebentar lagi malam akan datang dan kesabaranku sudah habis. Aku berdiri dan melangkah ke belakang orang itu. Aku baru sadar bahwa ternyata langkahku tidak menimbulkan suara sama sekali, normalnya sebuah langkah akan menimbulkan suara, sekecil apapun suara itu. Apalagi di ruangan kosong dan lumayan luas ini seharusnya suara langkahku akan bergema lumayan keras. Tapi aku tidak peduli dengan detil-detil semacam itu, yang ada di pikiranku hanyalah rasa penasaran untuk membaca halaman selanjutnya.

Perlahan aku mengulurkan tangan untuk menggapai buku itu. Kupanjangkan tanganku sejauh mungkin untuk membalik halaman itu tanpa membuat jarak terlalu dekat dengan orang itu. Dengan bunyi pelan yang bergema, akhirnya aku berhasil membalik halaman itu. Aku segera mundur untuk mengantisipasi reaksi orang di atas kursi goyang itu karena telah menggangu tidurnya. Setelah beberapa saat tanpa reaksi, aku kembali ke belakang kursi itu dan membaca halaman selanjutnya.
Dear diary,

Hari ini dia datang lagi. Dia yang setia mengobati hatiku bahkan sebelum badanku memerlukan pengobatan. Dia yang telah rela berbagi lembar-lembar kehidupannya untuk kami tulis bersama. Dia selalu membawa sesuatu ketika datang meskipun aku pernah berkata bahwa aku hanya berharap dia membawa hati yang sama ketika badanku masih seperti dulu. Kali ini dia membawa sebuah buku yang dibicarakan oleh ayahku beberapa hari yang lalu. Aku tidak bisa menahan rona merah di pipiku ketika dia datang. Hari ini dia berbicara mengenai rencananya untuk menikahiku jika kondisiku sudah agak baikan. Aku terkejut bukan main ketika mendengar hal itu, namun rasa bahagiaku jauh lebih besar dari keterkejutan itu. Yang lebih mengejutkan adalah bahwa dia telah membicarakan hal ini dengan kedua orangtuaku dan mereka menyetujuinya. Sekarang keputusan hanya ada di tanganku. Aku tahu kemungkinan kondisiku akan membaik sangat kecil, namun aku tidak bisa menutup kemungkinan bahwa kondisiku akan membaik.

Cahaya lampu jalan redup yang menembus kaca jendela membuat gurat wajahnya terlihat dengan jelas ketika dia menyodorkan sebuah cincin kepadaku. Aku menangis bahagia menghadapi momen itu. Momen yang telah aku tunggu cukup lama. Aku tak menyangka momen ini akan datang ketika kondisiku seperti ini. Aku bertanya mengenai keyakinannya untuk melamarku sementara aku dalam kondisi yang seperti ini. Dia hanya tersenyum dan memasangkan cincin itu di jariku.

Masih banyak yang ingin aku tulis. Tentang bagaimana dia berkata dengan optimis mengenai semua rencana pernikahan kami. Tentang dia yang telah memberanikan diri membicarakan rencananya dengan orangtuaku. Tentang dia yang tersenyum sebelum keluar pintu dan berkata "Aku akan menunggumu sampai kapanpun". Tapi obat ini sudah mulai menimbulkan efeknya. Aku tidak bisa lagi mempertahankan mataku untuk tetap terbuka.

"Oh, betapa indahnya" adalah hal pertama yang aku pikirkan. Seorang wanita yang sedang sakit dan seorang pria yang menunggu kesembuhan sang wanita agar bisa menikah. Dan yang lebih indah adalah fakta bahwa hal tersebut merupakan kenyataan. Aku kembali membalik halaman buku itu dan kembali tidak mendapat reaksi apa pun. Aku tidak peduli lagi, mungkin dia sedang sangat kelelahan dan membutuhkan tidur panjang. Aku pun membaca halaman selanjutnya
Dear diary,

Dokter dari luar negri yang akan mengobatiku baru saja datang tadi pagi. Kondisiku sudah terlalu parah, dokter-dokter di sini tidak ada yang sanggup menanganiku lagi. Dokter itu sengaja dipanggil jauh-jauh untuk mengatasi keadaanku yang semakin memburuk. Setelah melakukan beberapa tes dan mengambil sampel darah untuk dia analisis. Dokter itu memutuskan bahwa aku harus segera dioperasi. Operasi itu akan dilaksanakan 2 hari lagi. Dia mengatakan bahwa kemungkinan operasi ini akan berhasil adalah 30 persen. Aku suka dokter yang satu ini, dia tidak berusaha menutup-nutupi kenyataan agar membuatku tenang. Mungkin pendidikannya yang berbeda telah mengajarkan bahwa mengatakan hal yang sebenarnya kepada pasien adalah hal yang terbaik.

Malam ini pria itu datang lagi. Pria yang telah memasang cincin ini di jariku. Pria yang aku harap dapat menghabiskan sisa waktuku bersamanya. Dia datang untuk memberiku semangat mewakili kedua orangtuaku karena mereka tidak sanggup untuk tidak menangis di depanku. Aku kagum dengan calon suamiku ini, dia tetap dapat tersenyum walaupun menghadapi kenyataan bahwa persentase keberhasilan operasiku hanya 30 persen. Namun senyum kali ini terlihat berbeda, ada raut pasrah dalam senyuman itu. Kali itu dia tidak berkata banyak. Dia hanya duduk dan menggengam tanganku hingga jam besuk berakhir.

Ingin rasanya aku menangis, tapi aku tidak bisa mengeluarkan sedikit air mata pun. Bahkan perasaan hangat di bola mata pun tidak dapat kurasakan. Aku tidak tahu siapa penulis diary itu, aku pun tidak tahu siapa pria yang melamar wanita itu, aku bahkan tidak tahu siapa orang di depanku yang sedang memegang buku itu. Tapi aku merasa ada setitik kenyataan yang begitu dengan dengaku ketika aku membaca buku itu. Ada desir rindu yang menguat setiap aku membaca kalimat-kalimat dalam buku itu. Aku tidak peduli lagi jika aku akan membangunkan orang di depanku dengan membalik halaman itu. Aku hanya ingin segera membaca halaman selanjutnya
Dear diary,

Aku tidak suka ruangan ini. Temboknya yang putih bersih, udaranya yang penuh bau obat, dan dokter-dokter itu yang memakai masker dan alat penerangan di kepala mereka. Aku tidak suka berada di sini, tapi aku harus menghadapi semua ini. Aku harus menghadapi kemungkinan antara hidup dan mati ini.
Kalau habis waktuku
Jangan kau rubah sudut bibirmu itu
Tersenyumlah,
Tersenyumlah untukku

Kalau habis waktuku
Jangan kau belenggu sayap cintamu
Terbanglah,
Terbanglah untuk kita berdua

Kalau habis waktuku
Jangan sesali pergiku
Relakanlah,
Relakanlah kepergianku dan lambaikan tanganmu

Aku terhenyak ketika membaca halaman itu. Aku mundur ke permukaan tembok dan menyadari suatu hal. Tiba-tiba semua kenanganku meloncat-loncat di depan mata. Pemakaman itu, tangisan itu, rasa putus asa itu, buku itu. Semuanya muncul ke permukaan satu-persatu melengkapi bingkai puzzle kenanganku. Semuanya kini masuk akal. Kenapa langkahku tidak bersuara. Kenapa orang itu terus-menerus tidur. Kenapa tulisan itu begitu familiar. Kenapa kisah itu begitu nyata.

Aku sudah mati

Dan di sanalah jasadku. Terduduk memegang buku milik Linda, perempuan yang akan aku nikahi terlepas dari kondisinya dan ketidaksetujuan keluargaku. Aku masih ingat tangisan keluarga dan teman-teman Linda ketika dokter dengan mata sembab mengabarkan kematian Linda. Bahkan aku masih bisa mengingat tangisanku sendiri. Aku mendobrak ruangan itu dan memeluk Linda sekuat tenaga. Aku mengguncangnya perlahan, namun dia tetap tidak bernafas. Tidak ada yang berusaha menghentikanku di ruangan itu. Mereka semua hanya terdiam dan sesenggukan. Hanya suara statis dari mesin pendeteksi mesin jantung yang meyakinkanku bahwa Linda telah tiada.

Pemakaman diadakan keesokan harinya. Di pemakaman itulah aku diberi buku itu oleh ayah Linda. Buku yang merekam semua kenangan kami, mulai dari hari dimana aku menyatakan bahwa aku mencintainya. Hari-hari dimana kami bercanda tawa. Kenangan-kenangan kecil ketika kami saling menggengam tangan ketika kami berjalan. Hingga sebuah hari dimana dia pingsan ketika kami sedang membeli makanan sepulang dari bioskop. Aku segera menghentikan taksi dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Dia tidak sadarkan diri selama beberapa jam. Ketika aku menunggu di luar ruangan, kedua orangtua Linda datang. Ibunya langsung masuk sementara ayahnya duduk di sampingku dan merangkul pundakku dengan erat sambil berkaca-kaca.

Dari penjelasan ayahnya aku baru tahu bahwa Linda memiliki penyakit kanker otak sejak 3 tahun yang lalu. Aku sering mendapati dia memegangi kepala dengan ekspresi kesakitan, tapi dia berkilah bahwa itu hanyalah sebuah migrain. Ketika aku menanyainya mengenai hal tersebut, dia selalu terlihat marah dan berusaha mengalihkan pembicaraan. Ayah Linda bercerita bahwa Linda bersikeras ingin menyembunyikan hal ini dari aku karena dia tidak mau merubah rasa cintaku padanya menjadi rasa iba. Dia ingin dicintai tanpa dikasihani karena penyakitnya. Aku menangis ketika mengetahui hal itu. Rangkulan ayah Linda di pundakku semakin erat dan aku dapat merasakan getaran pundaknya yang menandakan bahwa dia juga menangis.

Setelah pemakaman itu aku pergi ke rumah warisan kakekku di sebuah desa terpencil. Aku datang ke sana dengan membawa persediaan makanan yang cukup banyak karena aku tidak berencana untuk keluar dari rumah itu untuk beberapa lama. Aku ingin mengurung diri bersama kenangan Linda yang telah dia tulis di buku itu. Aku menghabiskan waktu dengan duduk di ruangan biru ini sambil membaca buku itu. Mencoba membangkitkan kembali manis pahit kenangan yang pernah kami lalui bersama.

Hal terakhir yang aku ingat adalah ketika persediaan makanan habis dan aku masih belum mau keluar dari rumah. Aku masih ingin memeluk kenangan-kenangan itu. Beberapa hari aku tidak makan, hingga suatu saat badanku sangat lemas dan aku memutuskan untuk tidur di atas kursi goyang dimana aku biasa menghabiskan waktu. Rupanya itu adalah tidurku yang terakhir.

Untuk Seuntai Kalimat Al-Qur'an

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 17.28.00
Dunia saat ini teramat sesak dirasakan bagi seorang Hadiq, dalam renungannya selalu dan selalu terus seperti itu yang menjadi sebuah beban baginya. Mulailah dia merenungkan suatu perkara yang menurutnya sangatlah mebuat dirinya tidak mampu untuk merasa nyaman mengarungi kehidupan ini. Mengapa keadaan ini seperti menyesakkan dada, apakah yang salah dariku sehingga aku tidak mempu merasakan seperti apa yang telah dirasakan oleh seluruh santri-santri yang lain? Dalam hatinya terus bertanya-tanya.

“Ayyuha syabab istaiqidzu minannaumikum tsumma tawadhau wa idzhabu ilal masjid li adai shalatul subhi jama’atan, santri-santri semua bangunlah dari tudur kalian kemudian ambillah wudhu dan pergilah kemasjid untuk menunaikan shalat subuh berjamaah, Haris (yang bertugas membangunkan untuk shalat subuh) pun mulai menunaikan tugasnya. Ditengah-tengah haris membangunkan para santri Hadiqpun bangun dengan sigapnya, “astaghfirullah udah subuh ya, ujar Hadiq dengan menghela nafas.

Subuh itu Hadiq merasakan begitu sejuknya disaat ia menyentuh air wudhu, setelah itu Hadiqpun merasakan ketenangan pada relung hatinya, “ya Allah jika memang ini yang membuat hamba menjadi tenang maka kekalkanlah pada diri hamba, Hadiqpun berdoa

******.

Para santri menyebar ketempat mengaji mereka masing-masing setelah mereka menunaikan shalat berjamaah, begitu pula dengan Hadiq. Memang setiap ba’da subuh para santri dididik untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Ketika Hadiq hendak menuju ketempat mengajinya,

Tiba-tiba terdengarlah seruan yang memanggilnya, Hadiq, Hadiq tunggu ana dong sebentar, ujar Afif sehingga mengejutkan Hadiq, yang tidak lain teman sekelasnya.

Astagfirullah, ana sangka siapa antum Fif, ada apa sih? Jawab Hadiq dengan mengkerutkan dahinya karena sikap Afif.

Eh, kita kelapangan aja yuk, ana ada handpone baru ni, kita bisa internetan, facebookan dan lain-lain deh, pasti kamu belum pernah liat handpone yang model kayak punya ana ini deh, ajak Afif dengan semangatnya.

Ah, ngapain kayak gitu, enggak pantes kamu ngajak ana, ana ini orang miskin, dan memang enggak pernah punya seperti apa yang kamu punya. Afwan ya ana kurang minat, dan kitakan ada jadwal mengaji. Ana belum lancar baca Al-Qur’annya, ana takut kalau entar enggak lulus ujian terlebih enggak diridhai oleh Allah karena kita enggak mau belajar mengaji Al-Qur’an, jelas hadiq menolak dengan tegasnya.

Terserah kamu aja deh, terserah kamu mau bilang ana berfikiran yang dangkal, tidak modern, enggak gaul, dan lain sebagainya deh, yang jelas ana mau belajar Agama yang saya yakini dan Al-Qur’an dengan baik dan benar karena itu adalah kitab suci yang ana yakini kebenarannya dan yang kelak meberi ana ketentraman, yang jelas ana lebih percaya pada pekataan Kyai-kyai yang ada disni dari pada perkataan orang-orang yang enggak jelas. Tegas Hadiq dengan tegasnya pada Afif.

Oh ya udah kalau gitu, ana cuman ngajak kamu seneg-seneng kok, enggak lebih. Kamu ini orangnya enggak asik ah, dasar kamu, belagu, ejek Afif dengan sedikit memuncungkan bibir dan memalingkan wajahnya.

Astaghfirullah, hampir saja ana terkena hasut oleh musuh bani Adam yang sangat nyata, jelas Hadiq dalam hati dengan leganya.

******

Ayat demi ayatpun Hadiq baca dengan Khusu’ dan Hudu’ bersama teman-temannya yang diimami oleh seorang ustadz, dan ia merasakan kenyamanan yang amat sangat ketika itu, didalam hati ia mertanya-tanya, inilah yang aku cari selama ini, Allahu akbar.

Tanpa terasa mantaripun mulai menampakkan wajahnya dengan malu-malu, cahayanya nan jernih memacu seirinngan dengan kicauan burung yang berterbangan dengan bebasnya dialam raya sana, dari celah-celah dedaunan cahaya mentari itupun mengintip apa yang dikerjakan Hadiq bersama teman-temannya, sekaligus sebagai saksi hati Hadiq yang suci karena lantunan-lantunan ayat-ayat_Nya.

Bunyi lonceng berderu tidak kalah indahnya dengan kicauan burung-burung itu, Shadaqallahu al-’adzim, terdengarlah kalimat tersebut bersaut-sautan pada setiap majelis yang ada, sebagai pertanda bahwa telah selesainya waktu mengaji Al-Qur’an dipagi itu.

Bertebaranlah para santri untuk kembali keasrama mereka masing-masing. Sebagaian membersihkan badannya, sebagaian lagi istirahat sejenak dan kegiatan-kegiatan yang lain sebagainya.

Namun lain halnnya dengan seorang Hadiq, ia merenung, meratapi apa yang ia rasakan dipagi itu, Allah inikah karunian_Mu yang engkau berikan pada hamba, inikah ketenagan_Mu yang engkau janjikan, jika memang ini adalah cahaya_Mu maka tetapkanlah pada hati hamba, karena hamba yakin hati yang dipenuhi dengan nur_Mu akan menciptakan amalan-amalan yang sesuai dengan tuntunan_Mu.

Ditengah-tengah renungan Hadiq akan karunia Allah itu, muncullah suara yang begitu mengejutkannya,

Hehh, lagi ngapain ente?? Umar bertanya.

Astaghfirullah, huhh kamu Mar bikin ana kaget aja sih, untung ana enggak punya penyakit jantung, kalau punya tanggung jawab kamu. Jawab Hadiq dengan terengah-engah karena terkejut.

Hhmmm, lagi mikirin apa hayo, mikirin yang dirumah atau yang disebelah ni?? Ejek Umar dengan sedikit menggelitik Hadiq.

Ehh geli tau, ana enggak mikirin apa-apa kok, cuman iseng-iseng aja, ana lagi jenuh, pusing mikirin hidup ini. Ujar Hadiq

Udah jujur aja lah sama ane, lagi mikirin sidiakan??

Dibilangin enggak percaya, ya udah. Jawab Hadiq dengan sedikit memalingkan wajahnya

Hehee, iya iya, gitu aja mau marah. Enggak boleh lo marah itu, La Taghdhab, kata Nabi Saw, manusia yang ampuh dan kuat itu bukan yang menag melawan musuh-musuhnya dengan otot-ototnya, namun manusia yang ampuh dan kuat itu, dia yang mampu melawan dan mengalahkan hawa nafsunya yang sedang berkobar. Ujar Umar dengan yakinnya

Hhmmm, iya Ustadz Umar Faqih. Lagian ana bukan marah kok, caman agak sedikit kesal saja. Hehee

Hhmmm, alasannya jitu bener. Ya udah ahh, yuk mandi udah pagi ni, entar telat lagi pergi kekelasnya. Ajak Umar

Ohh iya, ayo dah kalau gitu.

*****

Setelah sampainya Hadiq dikamarnya, ia membaringkan tubuhnya karena merasa kecapaian karena dikelas banyak sekali tugas, decelah-celah istirahatnya, Hadiq melihat sebuah Mushaf diatas kemarinya, entah mengapa Hadiq ingin sekali mengambil air wudhu dan kemudian membacanya. Ya Allah, mengapa hamba begitu ingin membaca kalam_Mu itu, ujar Hadiq dalam hatinya.

Tanpa pikir panjang Hadiqpun gegas beranjak dari pembaringannya untuk mengambil secercik air yang dapat menenagkannya, setelah selisainya ia mengambil air wudhu, dengan semangatnya ia mengambil sebuah Mushaf yanga ada diatas lemarinya.

Huruf demi huruf, ayat demi ayat, lambar demi lembar ia baca dengan khusu’ dan hudu’, pada saat itulah Hadiq menemukan ketenangan yang ia belum pernah rasakan sebelumnya. Ketenangan yang membuat hatinya begitu sejuk, membuat hatinya sangat tentram, yang membuat jiwanya sangat terpaut dengan asma_Nya.

Tanpa ia rasa utiran-butiran bening memabsahi pipinya, mengalir menlaului pipinya yang basah dan jatuh tepat diatas huruf-huruf yang terdapat pada Mushaf itu. Ya Allah sungguh Engkau telah memberikan hamba ketenangan yang hakiki yang selama ini hamba cari dan terus hamba cari, dengan air wudhu hamba tahu betapa Engkau Maha Suci dan mencintai kesucian, dari kitab_Mu hamba mengetahui betapa Engaau Maha pemberi ketenangan, karena dengan membacanya hamba_Mu ini meraskan dan menemukan sebuah ketenangan yang tiada tara dan hakiki. Terima kasih ya Allah, berilah hamba keistiqamahan dengan keadaan ini.

Menit berganti menit, jam berganti jam, hari berganti hari dan bulanpun berganti bulan, Hadiq merasakan ketenangan itu dengan sebenarnya dan terus berkelanjutan, ternyata hatinya telah terpaut pada untaian-untaian kaliamt Al-Qur’an yang mampu memberinya kesejukan yang tiada pernah ia rasakan. Apabila hati telah terpaut pada_Nya maka hati itupun akan bermuara pada_Nya jua. Ala bidzikrillahi tathmainnul qulub.

www.elfandaim.wordpress.com

Senin, 26 Maret 2012

7 Magic Potion For Success

Tidak ada komentar : Oleh Blog Of Friendship Waktu 00.04.00

 

Seminar Director Oriflame selalu sarat ilmu dan motivasi, selain penghargaan dan juga bersenangsenang pastinya :) Salah satunya di seminar hari pertama dibawakan oleh Darmadi Dharmawangsa.

Bapak Dharmadi memberikan 7 ramuan ajaib untuk menuju kesuksesan! Mantra sederhana sebenarnya, tapi sarat makna :)

Magic Potion #1 : ANGRY!


Eh, kok disuruh marah-marah sih? IYA! Karena tidak ada apapun yang akan terjadi dalam hidup kita sebelum kita merasa MARAH! Tolong diingat, marah ini bukan berarti kita marah sama TUhan dan tidak mensyukuri keadaan. Tapi justru marah karena kita belum berbuat apa-apa dan keadaan begini-begini aja.

Kalau saat ini Anda menerima hidup sedemikian adanya, ya selamanya Anda akan punya hidup yang beginibegini aja... Ada lho bedanya BERSYUKUR sama MALES :p Kalau saat ini Anda bekerja di satu perusahaan dan merasa cukup dengan gaji yang cuma 2 juta misalnya, maka seumur hidup MAU GA MAU HARUS CUKUP SEGITU.

Buat bisa sukses, kita perlu merasa MARAH dan merasa TIDAK PUAS. Kenapa? Karena kemarahan itu yang nantinya menjadi dorongan untuk melakukan sebuah perubahan. Kalau Anda tidak marah dan adem ayem aja dengan diri Anda yang sekarang, maka Anda TIDAK AKAN MENJADI LEBIH BAIK daripada sebelumnya.

Ucapin deh mantra ini dalam hati ya... Bener-bener diucapin ya...

THIS YEAR, I am getting ANGRY!

Tahun ini, saya tidak akan cepat merasa puas!

Tahun ini, saya HARUS tingkatkan pencapaian saya!

Tahun ini, saya PASTI lebih baik dari tahun kemarin!

Ucapin beneran ya... Ucapkan dengan nada marah, supaya diri Anda benar-benar merasa wajib memperbaiki keadaan yang saat ini :)

Magic Potion #2 : BE DIFFERENT!

 

Kenapa harus berbeda? Because SUCCESS Equals DIFFERENCE!

Seseorang bisa sukses hanya apabila mereka mengenali perbadaan mereka. Mengetahui perbedaan yang Anda miliki merupakan kekuatan tersendiri. Temukan apa yang Anda bisa lakukan, yang orang lain tidak bisa lakukan! Orang hanya akan melihat pada apa yang berbeda di diri Anda!

Misal nih ya... Ada yang curhat, pernah nyobain Oriflame tapi ga jalan katanya, ga dapet support dari uplinenya dan pengen nyoba lagi. Maka jadilah upline yang BERBEDA dari upline yang tidak bertanggung jawab! Berikan dukungan dan training yang dibutuhkan oleh downline. Lakukan semuanya dengan CEPAT tanpa PENUNDAAN. Tim Anda akan merasa senang bekerja bersama Anda pastinya, dan orang lain akan memilih Anda sebagai sponsor, karena dukungan penuh yang bisa Anda tawarkan melebihi orang lain.

Kenali apa yang membuat Anda berbeda dan kembangkanlah perbedaan tersebut untuk membuat Anda unggul. Saya sendiri jadi ingat baru habis nonton American Next Top Model, yang mana pemenangnya adalah seorang perempuan bernama Ann yang super skinny and flagpole tall. Dia selalu merasa minder dengan tinggi badannya yang ga normal. Tapi justru saat dia belajar untuk mencintai perbedaan fisiknya tersebut, dia bisa jadi seorang Top Model dengan kepribadian unik dan tinggi badan yang membuatnya beda dengan yang lain. That's how you treat your difference. Make an adventage out of it!

Magic Potion #3 : BELIEF


Believe Your Positive Beliefs.

Saat Anda "mempercayai" sesuatu, berarti harus punya keyakinan bahwa sesuatu tersebut bakal benar akan terjadi. Milikilah sebuah PENGHARAPAN. Kenapa?

Strong Expectation Determines Strong Faith.

Tapi punya Faith aja ga cukup ya! Karena punya Faith tapi ga pernah Action ya sama aja bohong. Faith itu ada untuk bisa memberi energi buat Anda percaya dan benar-benar bisa mewujudkan sesuatu yang nampaknya mustahil jadi benar-benar nyata.

Pernah dengar Law of Attraction? YES. Your faith will attract to you the components necessary for you success. Jadi sudah berani percaya belum kalau Anda PASTI jadi orang kaya? Saat ini, baru berani percaya kelak Anda akan punya penghasilan berapa besar perbulan?

Jangan takut mimpi! Percaya pada mimpi! You block your dream when you allow your fear to grow bigger than your faith.

Faith ini bisa ditumbuhkan. Percaya bahwa Anda sukses bisa dilatih, karena "kepercayaan" ini datangnya dari "pendengaran". Makanya, awasi apa saja yang Anda dengar yang bisa memasuki pikiran Anda. Bergaullah dengan orang-orang positif yang akan membagi semangat percaya pada mimpi dan sama-sama berusaha mewujudkannya.

Ada mantra bagus buat dirapal kencang kencang nih ya...

"I am BIGGER Than My Problems"
"Saya Sangat Yakin Dengan Keyakinan Saya dan Meragukan Segala Keraguan Saya"

Magic Potion #4 : Your Talk


"Your Self Belief and Words Will Make Things Happen"

Masih suka mengeluh ga sih? Masih suka bilang dalam hati, "Ah.. keadaan pasti ga akan berubah... Sedih banget deh hidup gue..", dan yang lain yang sejenis? Memangnya itu yang Anda mau? Apakah sudah membiasakan diri untuk berkata-kata untuk menunjukkan arah mana YANG ANDA MAU?

Kata-kata yang keluar dari mulut kita ini adalah tools paling hebat yang kita miliki, lho. Sudah digunakan untuk hal yang menguntungkan belum? Percayalah dengan kekuatan inner dialogue. Berbicara pada diri sendiri dengan kalimat positif. Lakukan afirmasi. Gunakan kata-kata untuk merubah pemikiran Anda. Makanya juga... kurangin dong ah status galaunya :p

I You Have Stinking Thinking, You Will Have Stinking Results.

Jadi gini deh, kalau emang sekarang Anda sendiri ga bisa melihat diri Anda sebagai orang kaya, sukses dan hebat, maka selamanya Anda ga akan pernah bisa kaya. Ada emang orang yang begini? Ada. Saya kenal beberapa. Yang waktu dikasih tau Oriflame bisa kasih ina itu dia malah bilang, "Ah... aku mah ga usah jauh-jauh pengen dapet mobil gratis deh...", pengen nangis deh dengernya. Please set the bar a little higher for yourself, dears... Its your life you're talking about.

Harus belajar buat bisa melihat diri sendiri sebagai sesuatu yang Anda MAU MENJADI. Ini berhubungan juga dengan pengkondisian klasik lho... Karena pemikiran kita dipengaruhi oleh kata-kata.

Change the Way You Look at Things, and the Things You Look at. CHANGE!

Magic Potion #5 : GIVE

 

Give and It Shall be Given Back to You. Take and It Shall be Taken Back From You.

Jadi gini, kalau Anda memberi sedikit, ya nerimanya juga sedikit. Ini sih hukum alam yang paling mendasar kan ya sepertinya?

Apa aja emang yang bisa kita berikan? Di bisnis jaringan misalnya? Hey... Ga selalu uang. Justru jangan pernah berikan ikan siap makan, tapi berikan kailnya. Kasih ilmu, jangan pelit ilmu. Kasih waktu, jangan buang-buang waktu. Semua yang kita beri bakal balik ke kita kok, percaya deh :)

Give little and you will receive a little. Give big and you will receive BIG.

Magic Potion #6 : Influence.


Untuk menumbuhkan kesuksesan, maka kita harus belajar bagaimana mempengaruhi orang lain, dalam hal yang positif pastinya!

Bagaimana caranya kita bisa mempengaruhi orang lain? Tuntut ilmu dong... Baca buku bisa.. Simak perjalanan bisnis orang yang sudah lebih sukses duluan juga bisa... Pelajari teknik mereka dan terapkan, untuk memberi pengaruh pada team kerja Anda, untuk meraih kesuksesan bersama.

Magic Potion #7 : JUST DO IT!!!

Mau dikasih ramuan dan mantra sebanyak apapun, tapi kalo yang satu ini ketinggalan sih, ga akan jadi apa-apa :)

ACTION hari ini, DAN SETIAP HARI LAINNYA. Jangan berhenti sebelum Anda benar-benar sampai ke tempat yang diinginkan. Ke tangga kesuksesan yang diidamidamkan. Perlahan TAPI BENAR BENAR PASTI, PASTI SAMPAI! Lebih cepat lagi kalau LEBIH CEPAT SAMPAI. Maka, LAKUKAN SEKARANG :)

Jangan bicara soal menunggu waktu yang tepat, karena waktu yang tepat adalah SEKARANG. Perbaikan-perbaikan selalu bisa dilakukan sambil jalan. Tapi kalau ga segera dimulai, ga akan ada hasil apa-apa apalagi pembelajaran yang didapat.

EVERYTHING YOU DO IN LIFE, DO IT WITH SPEED! :D

Nah... coba itu diminum semua 7 ramuan ajaibnya... Baca keras-keras semua mantra yang dikasih... and... GO!

SUCCESS FOR U! ;)

Natasya Wisaksono
Gold Dir 2012
Join me on www.mamamuda.biz
⇨ Beranda
Langganan: Postingan ( Atom )

Tulisan Terpopuler

  • 15 hari nge-blog
    Hari ini... Yaahhh hari ini, hari ini tanggal berapa? eh!! Jangan di close dlu lah gan :-D cuman basa basi doang heheh... Hari ini tanggal 3...
  • Aspek Perkembangan Perilaku Dan Pribadi
    PERKEMBANGAN PERILAKU SOSIAL, MORALITAS, DAN KEAGAMAAN A. Perkembangan Perilaku Sosial Secara potensial (fitriah) manusia dilahirkan sebag...
  • Muhammad Abduh
    Orang besar tumbuh karena dua unsur pokok: persiapan nya yang naluri atau dengan perkataan lain, wataknya yang diwarisi dan keadaan sekitar ...
  • Logo Bloofers
    Assalamu'alaikum Sobat Bloofers.. ^_^ Logo Bloofers adalah "sesuatu" yang menjadi identitas spesial blog kita, karena dengan...
  • Hoodie Blog Of Friendship
    Hoodie Bloofers Hai Sobat Bloofers.. ^_^ Setelah 2 tahun lalu kita bangga dengan  peluncuran kaos kebersamaan Bloofers. Kini, de...
  • Sejarah Singkat Bloofers
    Bloof merupakan suatu komunitas yang terdiri dari kumpulan para blogger hebat yang ada di seluruh Indonesia, mulai dari blogger junior hing...
  • Klaim
    Sedikit nasihat yang pernah kami peroleh dari seorang sahabat, dimana ketika kita benar-benar meresapi kalimatnya sungguh malu sekali diri ...
  • Ada kalanya
    Adakala lapar adakalanya kenyang, adakala kepanasan adakalanya kedinginan, adakala penuh dengan keramaian adakalanya juga sendiri kesepian....
  • Sekali Serasa Dua Kali
    Jika kita membuat seseorang bahagia hari ini, kita juga membuat dia berbahagia sepuluh atau dua puluh tahun lagi saat ia mengenang peristiw...
  • BLOGGER KECE
    Hallooo.. Hoollaa.. LoHaa.. BLOOFERS.. ^^ Beropini yuk?!  Menjadi seorang Blogger itu mudah, tapi sebagian orang akan mengang...

Komentar Sahabat

Bloofers Story : Blog Of Friendship
Blog Review Bloofers Book Review Buku Catatan Catatan Bloofers Curhat Event Fikmin Hoodie Bloofers Informasi Kisah Kopdar Bloofers KopDarNas Perdana Kuliner Motivasi Musik Opini Pengumuman Persahabatan Photo Profil Puisi Renungan Resensi Buku Resensi Film Travelling Tutorial Widget

Blog Of Friendship © 2013