Home » Posts filed under Travelling
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 Juni 2013
Liburan Asyik di Gili Trawangan
Malam Bloofers ^_^
Teman-teman bloofers mungkin sudah pada sering mendengar pulau yang bernama Gili Trawangan. Gili Trawangan adalah salah satu pulau yang terletak di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Pulau ini seperti sepotong syurga yang Allah turunkan ke bumi. Benar-benar indah. Gili trawangan bukan satu-satunya pulau yang ada disana, ada juga gili meno dan gili air. Ketiga pulau itu memiliki ciri khas tersendiri, gili trawangan terkenal dengan sebutan The Party Island. Kenapa?? Karena semua hiburan ada disini, 24 jam kehidupan tidak pernah mati. Gili meno disebut dengan Home Sweet Home, karena suasananya yang sepi dan nyaman untuk liburan keluarga. Gili Air disebut dengan Relaxation Island, suasananya sepi sekali, tidak banyak cafe disini, jadi cocok buat teman-teman yang ingin cari inspirasi atau sekedar penenangan diri. Di ketiga pulau itu terdapat lebih dari 3.500 spesis laut yang
hidup, oleh karena itu gili ini dijadikan syurga bagi para penyelam.
Kembali lagi ke topik gili trawangan.Gili trawangan memang benar-benar desa dunia. Semua warga negara dari
berbagai penjuru dunia dan berbeda ras berkumpul di sini. Bedanya gili
trawangan dengan pulau-pulau wisata lainnya adalah disini tidak ada
kendaraan bermotor. Jadinya bebas polusi. Untuk transportasi ada dua
pilihan, sepeda atau cidomo. Mungkin karena hal itulah para turis suka
ke gili trawangan. Oh ya, saya suka juga karena disini tidak ada
anjingnya. Saya paling takut dengan anjing, jadinya jalan-jalan saya
aman ^_^
Sabtu, 1 Juni kemarin saya dan kedua orang teman main-main ke gili trawangan. Dari Mataram pukul 14.30 Wita, sampai di Bangsal (pelabuhan penyebrangan menuju gili) pukul 15.30 Wita dengan kecepatan 40km/jam. Gak apa-apa pelan asalkan selamat,hehehe. Teman-teman yang suka ngebut mungkin bisa sampai Bangsal kurang dari 1 jam. Sampai di Bangsal motor bisa dititipkan di tempat parkir yang ada disekitar Bangsal. Harga sewanya Rp.5.000/malam. Setelah parkir, bisa langsung menuju ticketing service resmi yang ada di Bangsal. Nah, disini teman-teman mesti hati-hati dengan calo. Saran saya lebih baik jangan tergiur harga penyebrangan murah yang mereka tawarkan. Harga tiketnya, untuk ke gili trawangan Rp.10.000/orang. Penyebrangan dari Bangsal ke gili trawangan memakan waktu kurang lebih 30 menit.
| Jejeran Kapal |
Sesampainya di gili trawangan pukul 16.30 Wita. Saran saya buat yang low budget kayak saya ni,hehehe, untuk mencari home stay yang disewakan warga saja, harganya murah dan juga membantu perekonomian warga disana. Sewa permalamnya Rp.100.000. Makan dan logistik lainnya lebih baik beli di warung warga saja, harganya lebih murah dibandingkan dengan minimarket yang ada di sekitar main street trawangan.
| Jalan-jalan dulu ^_^ |
| Pagi di Pantai Gili Trawangan |
| Rinjani dari Trawangan |
Dua foto di atas saya ambil ketika nongkrong menikmati sunrise di pantai trawangan. Dari gili trawangan juga bisa lihat gili meno dan gunung rinjani. Oh ya, ternyata di gili juga ada yang menyediakan jasa tracking ke rinjani. Jadi yang ingin langsung naik rinjani bisa disini, tidak usah jalan ke lombok timur dulu. Yang menjadi andalan utama Gili Trawangan adalah snorklingnya. Keindahan dasar lautnya itu luar biasa. Teman-teman yang suka diving sepertinya harus mencoba untuk menyelam disini.
| Pantai Gili Trawangan. Pasir putihnya menawan |
Yang paling saya sukai dari perjalanan Mataram Bangsal adalah ketika di pusuk. Hutannya benar-benar alami. Banyak monyet juga disepanjang jalan. Jadi kalau lelah saya suka mampir buat kasi makan monyet-monyet itu. Tenang saja mereka tidak akan mengganggu kok, asalkan ada makanan yang kita bawa.hehe
Oke Bloofers ditunggu kunjungannya ke lombok, jika butuh guide tour bisa hubungi saya,hehehe. Maklum saya juga suka jalan-jalan ^_^
Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin
Masjid Sultan Suriansyah atau Masjid Kuin adalah sebuah masjid bersejarah di Kota Banjarmasin yang merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan. Masjid Kuin merupakan salah satu dari tiga masjid tertua yang ada di kota Banjarmasin pada masa Mufti Jamaluddin (Mufti Banjarmasin), masjid yang lainnya adalah Masjid Besar (cikal bakal Masjid Jami Banjarmasin) dan Masjid Basirih. Masjid ini terletak di Kelurahan Kuin Utara, kawasan yang dikenal sebagai Banjar Lama merupakan situs ibu kota Kesultanan Banjar yang pertama kali. Masjid ini letaknya berdekatan dengan komplek makam Sultan Suriansyah dan di tepian kiri sungai Kuin.
sumber gambar : galeritodi.blogspot.com
sumber informasi : wikipedia
Sabtu, 25 Agustus 2012
Sayang Guha Tujuh
Asalamualaikum kaum muslimin dan muslimat al-ahya u minkum wal-amwat, berjumpa lagi dengan saya Riazul Iqbal Pauleta dalam acara Kemana Mana Aja. Pada edisi kali ini kita akan ke Guha 7. Gua atau Guha bahasa Acehnya adalah lubang di gunung, seperti hatiku ini yang berlubang tanpa kehadiranmu. Untuk menuju gua 7 kita harus memasuki simpang Beutong. Jaraknya kira-kira 100 Km dari Banda Aceh. Itu lho pemirsa, daerah yag ada penduduknya setelah melewati gunung seulawah. Yang banyak di jual pisang itu. Ada juga petunjuk jalannya di jalan Banda Aceh-Medan. Menuju Gua, kita harus menempuh jarak 30km. melewati jalan tidak beraspal sekitar 20 km. tapi jangan khawatir pemirsa, jalan yang jelek di obati dengan pemandangan yang sangat luar biasa bagus.
Kita bisa melihat gunung Seulawah dara yang tinggi menjulang kalau kita lihat dari jalan banda Aceh-medan. Tapi melalui jalan ke Gua 7 ini, gunung tersebut terlihat rendah dan dekat. Tidak itu saja, dari atas jalan gunung berkarang ini, kita bisa melihat kota Sigli, masjid Al-Falah, Tower-tower komunikasi, sawah sawah, tambak-tambak dan orang yang kita cintai, terlukis wajahnya di awan yang biru. (Cuma bagi yang sedang jatuh cinta) Indah sekali pemirsa. Tandingannya di Banda Aceh mungkin seperti pemandangan di bukit Soeharto. Tapi ini lebih luar biasa karena kita bisa meliahat ribuan pohon kelapa berjejer di pinggir pantai nun jauh di sana. Seperti di Hawaii.
Ayo kita jalan lagi pemirsa. Haus saya! Untungnya rasa haus di puncak jalan gunung ini dapat di obati. di sepanjang jalan menuju gua ada orang yang berjualan minuman ringan (karena minuman berat susah untuk di bawa ke gunung ini). Juga makanan ringan. Saya minum dulu ya? Tidak saya sebutkan mereknya. Karena tidak menyeponsori ‘kepergian’ saya ini. Selain miring dan maring (minuman ringan dan makanan ringan) di sini juga di jual hasil alam yang melimpah di daerah ini, madu dan blackberry (boh jambei Kleng atau jemblang) Madu adalah minuman kesehatan yang ada dalam Al-qur’an dan sangat di anjurkan oleh Rasullulah yang sangat di benci wanita. Wanita lebih baik di racun daripada di Madu. (Lalu terdengar sayup-sayup Ahmad Dhani menyanyikan lagu Madu Tiga lalu setelah Ahmad dhani ada band J-rock membawakan tembang kenangan Madu dan Racun.)
Sudah hampir sampai pemirsa. Ini dia jalan masuknya, Cuma 200 meter dari jalan besar berkarang tadi. Kami sudah di panggil-panggil oleh tukang parkir menawarkan lapaknya. Tapi kami tidak peduli dan terus jalan sampai kelihatan guanya baru kami parkir di sana. Lebih dingin! Nah! Sudah sampai di mulut gua. Banyak sekali yang berjualan maring dan miring. Sehingga menjadi pintu masuk gua mengecil. Wah! Bahkan ada yang berjualan di dalam gua. Hah? Ada motor juga di dalamnya. Bagaimana ya cara motor itu masuk?
Mari kita tanyakan pada pemandu! Pemandunya banyak, anak-anak sampai bapaknya anak-anak. Senjata utama pemandu adalah senter. Itu juga cara membedakan mana pemandu mana wisatawan. Kami agak jual mahal dengan para pemandu. Kami berkeliling dulu sendiri sendiri. Pemandu anak-anak setia mengikuti. Sudah jadi kami yang memandu mereka. Tanpa pemandu kita tidak bisa turun kebawah, Ke dalam perut bumi. Hanya berputar putar di tepian gua yang disinari senter terbesar di dunia (matahari) saja. Demikian juga hidup kita. Tanpa panduan (Al-Qur’an dan Hadits) kita akan tersesat dan berputar-putar dalam kesesatan dunia. Kami terus di rayu-rayu oleh pemandu. Salah satu rayuan mautnya adalah “Reugo neujak jioh menyoe hana neutren u dalam” tapi aku lebih suka rayuan satu lagi “Peng neujok ube iklas” akhirnya kami memilih pemandu. Mengikuti lampu senternya.
Mari pemirsa. Kita lihat gua 7 lebih dalam, dulu menurut saya dengar-dengar dari orang-orang Laweung. Guha Tujoeh atau Guha Laweung ini mempunyai 7 terowongan. Salah satu terowongannya tembus ke Mekkah! Mari kita buktikan. Itulah yang menjadi pertanyaan saya pertama pada pemandu cilik tadi di atas. dia tertawa dan menjawab “Koen reutak tanyoe nyan bang” yang bisa di tafsirkan begini, ke Mekkah dari gua ini bukan orang sembarang orang. Apalagi orang utan seperti saya ini. Ya harus banyak uang dan naik pesawat lah. Tidak bisa melalui amalan para aulia Allah yang bisa ke Mekkah dengan berdoa dan memejam mata saja.
Pemandu mengiring kami menuruni tangga yang curam. Pria berbaju coklat ini mengingatkan kami supaya berhati hati karena lantai gua licin. (baru saja di pel) lalu kami di nampakkan pada sebuah batu yang dia sebut Tameh Arab. Sebuah batu panjang besar menyangga atap gua. Menyerupai pilar mesjid dan mue blet-blet (Apa bahasa Indonesianya meu blet-blet? Berbelit-belit ya? Tak tahu saya) seperti di hiasi mutiara kecil-kecil yang bersinar kalau di senter atau seperti air laut berombak disinari matahari. Lalu beberapa meter lagi sang pemandu menampakkan gerbang masuk, yang terbentuk seperti gapura, seakan-akan ada pengendali bumi yang membuatnya. Bisa jadi ini kerjaan si Toph (nonton Avatar the Last Air Bender kan?) setelah itu sesuatu yang sangat nasionalis terbentuk di gua ini. Seekor rajawali yang besar yang sudah di kutuk menjadi batu, kepala dan sayap kanannya. Sayap kirinya sudah keropos. Ini yang membuat saya sedikit terbelalak. Kenapa bisa ada garuda disini? Bagaimana burung besar ini memasuki gua yang sempit pintu masuknya ini.
Ayo kita jalan lagi pemirsa! Pernah lihat taman gantung di Babylonia? Belum kan? Berarti kita sama-sama belum pernah. Di dalam gua ini tidak ada taman gantung. Yang ada hanya batu gantung. Kata pemandu batu ini dulu benar-benar tergantung. Tapi batu ini membesar dari tahun ke tahun sehingga sekarang sudah lengket dengan gua. Lalu di nampakkan bentukan batu seperti peuratah. Kemudian pemandu menamppakkan hal yang sulit di percaya. Tulisan Bismillah di atap gua. Subhanallah! Aliran air berwarna biru beku dari huruf ba sampai huruf mim. Begitu terpana beta melihatnya. Selain itu ada bebatuan yang berbentuk seperti elang, naga, ranjang, UFO dan nasi bungkus. Sayang sang pemandu mengakhiri perjalanan kami. Katanya kalau lebih jauh lagi tak ada bebatuan berbentuk, kecewa saya pemirsa. Besok bawa senter sendiri rencana, mau keliling sendiri sampai puas. Beliau mengakhiri perjalanan ini dengan menyuruh kami mematikan semua hape dan senternya, setelah semua sumber cahaya padam beliau berkata “Beginilah nanti di dalam kubur, hanya Amal shaleh lah yang bisa menerangi kita” katanya sambil menyalakan senternya lagi. Saya sampai terdiam sejenak mengingat dosa dan niat buruk saya tak mau bayar saat nanti mau keluar.
Sayang sungguh sayang amat di sayangkan seribu sayang lagi-lagi sayang Guha Tujoeh kurang di perhatikan, jalan kemari sudah dari jaman batu belum ada tanda-tanda di aspal. Tidak ada prasarana dan sarana standar wisata juga sebuah kendala kenapa wisata ke Gua 7 hanya di nikmati masyarakat sekitar dan yang tahu-tahu saja. (jalan itu sarana apa prasarana ya?). saya pernah kesebuah gua di Padang. Di luar gua itu ada petanya. Sangat memudahkan saya menjelajah tanpa bantuan pemandu. Lalu ada lampunya lagi. Bukan seperti disini. Bagaimana ini departemen penerangan? Terangilah kami manusia gua ini. Kami kan masuk DPT juga. Ok pemirsa, sampai disini perjumpaan kita, bertemu lagi di acara Kemana Mana Aja edisi berikutnya, Saya Riazul Iqbal Pauleta. Selamat Berakhir pekan!
Arti kalimat-kalimat:
Reugo neujak jioh menyoe hana neutren u dalam = rugi anda kesini kalau tidak masuk kedalam
Peng neujok ube iklas = Uang anda kasih seiklasnya
Koen reutak tanyoe nyan bang = Bukan level kita
Peuratah = asal katanya patah, di tambah imbuhan
Penulis merupakan Ketua Majelis Tak Alim, Anggota FLP, Alumni RIAB, Sarjana TEN IAIN Ar-Raniry, Tukang beli nasi di kontraktor, tukang hitung uang celeng masjid Sigli di hari Jum’at, guru horror, Perawi Hardisk dan masih lajang. Hap hap!
sumber gambar : acehtourismagency.blogspot.com
sumber gambar : acehtourismagency.blogspot.com
Jumat, 29 Juni 2012
Biaya Wisata ke Pulau Temajok - Kalbar
Rute menuju Pulau Temajok adalah sebagai berikut:
Berangkat dari Pontianak - Sengkubang, kendaraan bisa dititip di rumah masyarakat penduduk setempat - Naik motor boat menuju Pulau Temajok. Ada 2 opsi wisata yang bisa teman-teman pertimbangkan:
OPSI 1: Wisata tanpa menginap
Kendaraan
- Jika teman-teman memilih berangkat dari Pontianak dengan menggunakan bis umum, pilihlah bis menuju Sambas untuk kemudian singgah di Sengkubang. Biaya bis per orang Rp. 20.000
- Jika teman-teman memilih untuk mengendarai sepeda motor, berarti yang harus disiapkan adalah ongkos bensinnya. Pontianak - Sengkubang dengan bensin motor full Insya Allah cukup lah untuk pulang pergi :)
- Jika teman-teman memilih untuk sewa mobil atau bawa mobil pribadi, berarti tinggal disiapkan dana untuk sewa mobil dan ongkos bensin. Sewa mobil untuk sehari sekitar Rp. 300.000 - Rp. 400.000. Ongkos bensin hitung sendiri ya ;)
Sewa motor boat
- Untuk motor boat ukuran kecil, dikenakan biaya Rp. 300.000 diantar dan dijemput ke pulau.
- Untuk motor boat dengan ukuran yang lebih besar, dikenakan biaya Rp. 600.000 diantar dan dijemput ke pulau.
Oh iya, jangan lupa persiapkan baju ganti untuk pulang karena ada kemungkinan teman-teman akan nyebur ke laut untuk mencapai pantai Temajok *seperti yang kemarin saya ceritakan*.
Konsumsi
- Berhubung di Pulau Temajok susah mendapati orang yang jualan, maka bilamana teman-teman tidak ingin kelaparan di pantai, persiapkanlah bekal makanan. Silakan memilih menu makanan sendiri deh ya untuk dibawa hehehe.
TOTAL BIAYA Pontianak - Temajok - Pontianak (per orang) tanpa menginap sekitar Rp. 400.000.
Tapi itu biaya kalau teman-teman benar-benar pergi sendiri. Kalau perginya beramai-ramai, akumulasi biayanya bisa dibagi dengan jumlah peserta tur :)
OPSI 2: Wisata Homestay
Ongkos kendaraan dan sewa motor boat sama dengan ongkos di OPSI 1. Yang nambah adalah biaya konsumsi dan penginapan.
Penginapan
- Biaya sewa villa/penginapan antara Rp. 300.000 - Rp. 500.000, sudah termasuk listrik, air, kamar mandi + toilet, dan peralatan dapur (kompor + gasnya, westafel cuci piring, alat makan). Villa/penginapannya bisa digunakan untuk 1 rombongan, sekitar 10 - 15 orang, dengan konsekuensi, ada yang bersedia tidur di lantai ^^v
- Kalau mau irit tanpa sewa penginapan/villa, bisa juga sih tiduran di bangku yang ada di pantai. Tapi, disarankan untuk amat sangat berhati-hati karena situasi Pulau Temajok yang berada di tengah lautan luas ini cukup creepy juga kalo malem. Gelap gurita soalnya hehehe.
Tour Guide
- Jika teman-teman ingin menjelajah tiap sisi pantai pulau ini, disarankan untuk menyewa jasa tour guide kalau tak ingin tersesat. Sewa tour guide saya gak tau juga sih berapa karena selama 2 kali ke sana, yang jadi tour guide temen sendiri. Tapi sebagai estimasi, boleh lah disiapkan sekitar Rp. 100.000 - Rp. 200.000 :)
TOTAL BIAYA Pontianak - Temajok - Pontianak homestay sekitar Rp. 700.000 - Rp. 1.000.000.
Sama seperti OPSI pertama, kalau perginya beramai-ramai, akumulasi biayanya bisa ditekan dengan cara dibagi dengan jumlah peserta tur lainnya. Kemarin ketika saya dan KEy fellas tur, ada 19 orang peserta, dan dikenakan biaya Rp. 90.000/orang untuk wisata homestay. Murah kan? :)
Nah, selamat merencanakan liburan teman-teman. Wokeh dokeh. Last but not least, don't forget to also visit my blog :D
Rabu, 06 Juni 2012
Voyage with Perahu Wisata Sungai Kapuas Pontianak
Bile kite minom aeknye
Biarpun pergi jaoh kemane
Sunggoh susah nak melupakannye...
Itulah penggalan lirik lagu Sungai Kapuas. Orang Pontianak mesti pada hafal lagu itu. Lagu tentang Sungai Kapuas. Sungai sepanjang 1.143 km yang membentang seperti ular kalau dilihat dari udara.
Sudah pernah minum air Sungai Kapuas? Saya sudah. Tak sengaja minum tepatnya. Waktu kecil ketika masih suka berenang-renang di sungai yang terletak persis di depan rumah kakek saya (allahuyarham), pas lagi menyelam, glek, keminum deh. Sekarang, mau minum air Sungai Kapuas agak-agak ngeri ya. Sungainya sudah tercemar akibat aktivitas penambangan dan pembuangan sampah di situ.
Walaupun begitu, Sungai Kapuas tetaplah sungai terpanjang di Indonesia. Kalau sekarang tak layak lagi diminum airnya, dilewati sungainya masih aman kok. Mau mencoba melewati Sungai Kapuas? Yuk mampir ke Pontianak, sempatkan berlayar di Sungai Kapuas dengan Perahu Wisata Serasan.
Pengalaman ini, lagilagi, saya alami bersama KEy members. Dan lagilagi saya memakai setelan baju biru yang sama dengan ketika saya berkunjung ke Aloe Vera Center. Memang setelan favorit saya sih hihihi.
Untuk menaiki Perahu Wisata ini, kita tinggal datang ke Cafe Serasan yang terletak di pinggir Sungai Kapuas, Jl. Swadaya, Pontianak Timur. So far, Cafe Serasan adalah satu-satunya cafe yang memiliki perahu wisata. Untuk menikmati perjalanan dengan perahu wisata ini, kita cukup membar Rp.10 ribu. Kalau mau menikmati perjalanan tanpa menunggu perahunya penuh oleh penumpang lain, kita cukup membayar Rp.80ribu. Tapi itu harga 2 tahun lalu yah, tepatnya Ahad, 4 Juli 2010 ketika saya dan KEy members did the voyage.
|
Perahu Wisata ini adalah perahu 2 lantai yang terbuat dari kayu, dengan 4 meja bundar dan 4 kursi di lantai 1. Ada sound systemnya looh. Bisa dipake untuk karokean. Cihuy. Di lantai 2 ada 2 kursi kecil yang cukup untuk 3 orang. Lumayan asik untuk menikmati tiupan angin di sela-sela pelayaran. Tapi sayang ketika kami berlayar, cuaca kurang mendukung untuk kami nongkrong di lantai 2.
Di dek depan ada kursi panjang yang cukup untuk diduduki sekitar 6 orang. Dari depan kita bisa melihat dengan leluas pemandangan di sekitar Sungai Kapuas: ada pabrik yang mengepul-ngepul asapnya, Tugu Khatulistiwa yang kelihatan keciiil, kapal dan perahu yang berseliweran, dan jembatan kapuas tentunya. Akan lebih indah kalau teman-teman melakukan perjalanan dengan perahu wisata di sore hari. Pemandangan sunset dilengkapi dengan menu makanan khas Pontianak yang bisa dipesan di Cafe Serasan, wuiih mantap ajiib.
Pabrik di wilayah Siantan
|
We Love Indonesia
|
Jembatan Kapuas di belakang, kelihatan?
|
Jangan membayangkan Perahu Wisata ini seperti perahu motor yang ribut. Tidak sama sekali, karena perahu berukuran 10x3 meter ini menggunakan mesin mobil Phanter untuk meredam kebisingan.
Rupanya, bukan hanya saya dan KEy members looh yang pernah merasakan perjalanan dengan Perahu Wisata ini. Menurut pengelola Cafe Serasan, Fajriudin Anshori, ada beberapa tokoh penting dan selebritis yang pernah mencoba. Sebut saja WS Rendra, Gilang Ramadhan, Delon Idol, Bapak Usman Ja'far, dan Yusril Ihza Mahendra.
Nah, kalau teman-teman datang ke Pontianak, boleh dicoba untuk mampir sejenak mencoba Perahu Wisata Serasan. Selain unik, suasananya yang nyaman sangat cocok untuk nikmati Sungai Kapuas lengkap dengan sensasi sunset.
Selasa, 05 Juni 2012
The Beauty of Sinka Island.
Sometimes we are confused about choosing the place to go relax. It seems that no more places to visit. Not for this holiday, because we are going to introduce you one of the new recreation place that you should try to visit. If you are bored going to the places that you always go to spend your holiday, for examples Pasir Panjang beach, Samudera Indah beach, and Gosong beach, so Sinka beach can be your new alternative place for having recreation with your friend or your family.
Sinka beach is located in Sedau. There is a mosque in front of the way to reach the beach. Just go ahead about 15 minutes, then you will find the beautiful panorama of Sinka beach. Sinka beach is not like the ordinary beach that you’ve ever gone. It’s very beautiful beach. The beach is very clean. You will find no thrash there. Only a few people have gone there. Because of it, it’s also a quiet beach. The sand is also white like Pasir Panjang’s. At the beach, there is a path that you can walk to so you ca get to the ideal place to enjoy the sightseeing there. If you stand at the end of the path, you will get a great feeling and feel an indescribable experience. You can relax and forget any problems that you have. You will forget all the stresses in your head.
The water is clean and it has a few rocks, so you can swim there freely without being worried that your adventure when you are exploring the depth will be bothered by rocks. There are many places that sell food and drinks so if you are tired swimming, you can rest there. Besides enjoying the sightseeing of the beach, you also can also find and have fun with many kinds of animal there. Yes, there is a zoo at Sinka beach. There are many animals you can see. You can take some pictures of the unique animals or if you are afraid standing near to the animals, you can take pictures of some animal’s statues there.
If you are curious about the place, then what are you waiting for? Prepare yourself to have a holiday one or two days there, and have the experience.
Pulau Temajok, Temajok Island West Kalimantan
| Temajok Island |
Pertama-tama, saya ingin menyampaikan bahwa Pulau Temajok yang akan saya tuliskan kali ini bukanlah Temajok yang merupakan nama sebuah Desa di Camar Bulan kabupaten Sambas. Temajok yang ini adalah nama sebuah pulau kecil yang terletak di dekat Pantai Kijing. Dari sebuah web berjudul: Your Gateway to Southeast Asia yang memperkenalkan tentang Kalimantan Barat, saya temukan deskripsi seperti ini tentang Pulau Temajok:
This island faces Natuna Sea and offers beautiful nature scenery and crystal clear waters, perfect for snorkeling and diving. It’s located nearby Kijing beach, about 1 hour with water motor from Sungai Kunyit Village. Sungai Kunyit itself is near Singkawang, about 2-3 hours with car from Pontianak. Temajok is a remote island, there is no electricity here and as far as I know no one lives here. The people from the village will pick up visitors every 2 days at a rendezvous point. It is important to bring your own supplies and be prepared to cook by yourselves. In terms of accommodation there are only 2 cottages available, so a tent might come in handy. If you’re not an experienced trekker, maybe it is better to rely on a guide.
25 April 2010, saya dan KEy (Khatulistiwa English Community) members menjalankan salah 1 program kami, yaitu KEy on Vacation. Bosan dengan Pantai Pasir Panjang dan sejenisnya *karena dari SD sampai kuliah, kalau tur akhir tahun ajaran hampir selalu kesana*, beberapa teman pun menyarankan untuk berlibur ke Pulau Temajok. Saya sendiri sudah sangat lama pengen mampir ke pulau ini. Rupanya tidak semua members setuju, sehingga diadakanlah voting. Dan alhamdulillah, kami akhirnya sepakat dengan pilihan terbanyak: Pulau Temajok.
Jangan bayangkan untuk mencapai pulau ini segampang kalau kita pergi ke Pantai Kijing atau Pantai Pasir Panjang yang begitu turun dari motor/mobil/bis bisa langsung lihat pantai. Kita harus sewa kapal motor untuk mencapai Pulau Temajok. Biaya sewa kapal motor waktu itu sekitar Rp. 100.00an. Saya ga inget juga soalnya bukan saya yang bayar hihihi. Kapal motor ini relatif kecil, hanya bisa menampung 10-15 penumpang. Kalo kelebihan bisa merbahaya. Bisa kelelep.
Dari dermaga kecil di Sungai Kunyit, kami menuju kapal motor pake sampan kecil. Harus pake sampan dulu karena kapal motornya memang tidak bisa sandar berhubung airnya dangkal. Dengan kapal motor kami menempuh perjalanan sekitar 1 jam untuk sampai ke Pulau Temajok. Tidak ada dermaga sama sekali di pulau ini. Kapal pun tidak bisa sandar. Pulau ini kosong melompong, tak ada penghuni sehingga tak ada juga sampan kecil yang menjemput. Eng ing eeeng, dimulailah petualangan kami. Satu per satu kami melompat dari kapal motor, menceburkan diri ke laut, dan berenang ke tepi pantai. What a memorable memory!
Nyebur ke laut menuju kapal motor
Begitu tiba di pantai ini, Subhanallaah, takjub ternyata tempat cantik begini ada di Kalimantan Barat. Bahkan sebelum nyampai pun saya sudah takjub sendiri dengan pulau ini. Tampak amat sangat indah. Very worthed to be our destination for vacation deh pokoknya. Saya dan KEy members lainnya pun menikmati pantai ini sepuaspuasnya berhubung memang tidak ada orang lain selain kami yang ke sana hari itu. Nih, cantik kaaan pantainya.
Scenery of Temajok Island
Setelah kejar-kejaran, main-main pasir, bergaya seperti Westlife di tepi pantai, berayun seperti tarzan dan menikmati bekal makan siang, Izhan Fakhruzie (Oji), salah seorang KEy members yang sebelumnya sudah pernah main ke Pulau Temajok, mengajak kami menyusuri pantai di sebelah barat melalui sisi pulau yang lebih tinggi. Mau dibilang climbing, ga juga climbing sih. Tapi capeknya mirip-mirip abis climbing. Melalui jalan setapak yang menanjak, kami pun ikut ajakannya Oji.
Rasanya pengen saya marahin aja Oji waktu itu soalnya perjalannya cukup jauuuh dan cuapeknya pol. Tapinya begitu nyampe ke spot tertinggi pulau, Subhanallah Maasya Allah sungguh cantik ciptaan Allah. Terbayar rasanya haus dahaga pegal merajalela di sekujur tubuh dengan pemandangan yang langsung saya saksikan dengan mata kepala sendiri. Supaya momen ini abadi, saya rikwes difotoin sama Elisa. Tak lupa, foto rame-rame dengan KEy members lainnya juga. Tapi fotonya ini kok ya kayak bukan orang yang lagi jalan-jalan ke pantai. Lebih mirip orang abis naik gunung ._.
Say Cheeeers ^.^/
Well then, sudah capek seharian liburan, tiada terasa tiba saatnya untuk tinggalkan Pulau Temajok. Kami sudah janjian dengan mamang kapal motornya untuk dijemput pukul 3 sore. Sama seperti waktu nyampe, ketika pulang pun kami harus menceburkan diri ke laut untuk naik ke kapal motor. Tas ransel dijinjing kemudian diletakkan di kepala, lalu ditaruh di kapal motor, dan kami sempatkan berenang dulu sebelum naik :D Yang ga bisa berenang? Ya jalan saja. Masih bisa dijejaki kok pasirnya :)
Ayooo, teman-teman yang belum pernah ke Pulau Temajok, agendakan liburan berikutnya untuk menikmati keindahan pulau ini. Lebih asik kalo pergi ke sana rame-rame dengan keluarga atau teman-teman. Kalau belum bisa berenang, perginya harus sama yang bisa berenang yaa. Merbahaya kalo serombongan tak bisa berenang semua hihihi. Dan yang paling penting: Jangan takut basah! Karena mau tidak mau, tetap akan basah kalau mau nyampe ke pulaunya.
Well done. Have a great vacation there guys!
Wisata Teritip Crocodile Farm
Siapa yang tidak suka Jalan-jalan? Hampir semua bahkan mungkin semua orang suka jalan-jalan. Bagi saya, Jalan-jalan bukan hanya sekedar menghabiskan uang atau foya-foya, tetapi sebuah aktivitas yang memiliki banyak manfaat dan nilai positif.
Untuk Masuk ke lokasi penangkaran buaya, kita harus membayar tiket masuk terlebih dahulu seharga Rp. 15.000,-/org. Fasilitas umum yang tersedia disana : tempat parkir, toilet/WC, warung penjualan makanan dan minuman, serta cinderamata, balai pertemuan sebagai tempat bagi para pengunjung untuk beristirahat dan melihat anak anak buaya dan berbagai ukuran dan jenisnya.
Kalau foto diatas ini, awalnya saya mengira itu buaya beneran soalnya mirip banget, mulai dari warna, besarnya sampai isi mulutnya, persis.. salut ama yang buat.
Di lokasi penangkaran buaya, tidak hanya ada buaya - buaya yang bisa kita temui disana, ada sebuah rumah yang menarik perhatian saya, begitu unik dan besar.
Ini dia rumah yang saya maksud, so Beautiful, bentuknya unik dan Khas, Besar dan dikelilingi taman. Di depannya ada taman dengan deretan pohon yang teratur dan rindang.
Nih dia bagian Luar/teras/panggung rumah yang besar nan cantik itu. Mantep kan??? hehe tapi kalah mantep ama kecamataku tuh... Jiaaaah ha ha.. #Gubraaak
Di tempat penangkaran buaya ini ada makanan khas yang pantas untuk di cicipi bagi yang berminat. sayang loh kalau dilewatkan, kata pengunjung yang pernah mencoba sih katanya enak, tapi berhubung saya lagi gak mood alias gag nafsu makan sate setelah liat buaya - buayanya yang begitu gede' makan ayam bulat - bulat, akhirnya saya memutuskan untuk tidak mencobanya. he he
Ada satu lagi yang sangat menegangkan selama d Teritib. Kesempatan berfoto dengan buaya. Memang sih buayanya tidak segede' yang dikandangkan tapi sensasi saat memegang kulitnya yang kasar dan perutnya yang lunak - lunak gimanaaaaa githuuuuuuuu buat saya geli. Berkali-kali saya mencoba memegangnya tapi rasa geli dan jijik yang membuat saya berteriak dan menghempaskannya ke tanah, hingga akhirnya berhasil memegangnya walau hanya sebentar. Untuk bisa berfoto dengan binatang yang sama sekali tidak lucu ini, kita harus mengeluarkan kocek Rp. 15.000,- sekali Jepret. Itung - itung uji nyali, gak apa - apalah, kapan lagi kesempatan pegang dan berfoto dengan si hewan tidak lucu ini. he he
Kalau berkunjung ke Kalimantan, Khususnya Balikpapan, jangan sampai melewatkan kesempatan mengunjungi tempat ini deh, dijamin tidak akan menyesal. ^_^
Salam Persahatan.
Lathifah Ratih
Kali ini Saya akan berbagi cerita dan pengalaman selaa jalan-jalan di Penangkaran Buaya, Teritib, tepatnya di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Penangkaran Buaya (Teritip Crocodile Farm) - Terletak di Kelurahan Teritip Balikpapan Timur, dengan jarak 27 km dari Pusat Kota Balikpapan. Luas areal penangkaran buaya ini seluas 5 ha.
Kegiatan penangkaran dilakukan sejak 1990. Beberapa jenis buaya yang ada ditempat ini seperti : buaya muara (crocodylus porosus) ; buaya supit (tomistoma scheillius) ; buaya air tawar (crocodylus siamlisus).
Tujuan dari kegiatan penangkaran buaya ini adalah : pengembangan satwa liar ; budidaya bisnis kulit; sarana wisata. Anda dapat mencapai tempat ini dengan kendaraan umum angkutan kota no. 7 dan kendaraan pribadi.
Penangkaran buaya ini dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 17.00 setiap hari. (Sumber : http://gerbangkaltim.com)
Kegiatan penangkaran dilakukan sejak 1990. Beberapa jenis buaya yang ada ditempat ini seperti : buaya muara (crocodylus porosus) ; buaya supit (tomistoma scheillius) ; buaya air tawar (crocodylus siamlisus).
Tujuan dari kegiatan penangkaran buaya ini adalah : pengembangan satwa liar ; budidaya bisnis kulit; sarana wisata. Anda dapat mencapai tempat ini dengan kendaraan umum angkutan kota no. 7 dan kendaraan pribadi.
Penangkaran buaya ini dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 17.00 setiap hari. (Sumber : http://gerbangkaltim.com)
| Tiket masuk ke Penangkaran Buaya |
Terdapat pula warung makanan khas yang menunya terbuat dari daging buaya, seperti sate buaya, minyak buaya, dan lain lain. Spesial untuk sate buaya, biasanya disajikan pada hari Sabtu dan Minggu atau pada hari-hari Libur Nasional dan Keagamaan.
| Gajah lagi makan pelepah kelapa |
Sebelum masuk ke lokasi dimana buaya - buaya sedang berendam, terlebih dahulu berjumpa dengan si Gajah. Bosan menyaksikan si Gajah makan dengan lahapnya, saya lanjut ke kandang - kandang para monyet - monyet.
| Patung 2 ekor buaya yang berpose dengan manisnya meyambut siapapun yang datang berkunjung |
| Patung Buaya berendam |
Kalau foto diatas ini, awalnya saya mengira itu buaya beneran soalnya mirip banget, mulai dari warna, besarnya sampai isi mulutnya, persis.. salut ama yang buat.
| Rumah adat Kalimantan di lokasi Penangkaran Buaya |
Di lokasi penangkaran buaya, tidak hanya ada buaya - buaya yang bisa kita temui disana, ada sebuah rumah yang menarik perhatian saya, begitu unik dan besar.
| Rumah Adat |
Ini dia rumah yang saya maksud, so Beautiful, bentuknya unik dan Khas, Besar dan dikelilingi taman. Di depannya ada taman dengan deretan pohon yang teratur dan rindang.
| Panggung Rumah Adat |
Nih dia bagian Luar/teras/panggung rumah yang besar nan cantik itu. Mantep kan??? hehe tapi kalah mantep ama kecamataku tuh... Jiaaaah ha ha.. #Gubraaak
| Makanan Khas Teritip |
| Lokasi menyaksikan dari dekat buaya - buaya dewasa dan tempat memberi makan mereka. Tempat ini adalah lokasi yang sangat berbahaya, khususnya untuk anak kecil |
| Pengalaman yang Paling Ekstrim selama di Teritip |
| Oleh - oleh Khas Teritip yang special buat yang butuh |
Ada oleh - oleh khas yang kadang banyak dicari pengunjung Teritip, khususnya pengunjung laki - laki. Urusan manfaat dari oleh - oleh ini, saya No Comment.. he he
Kalau berkunjung ke Kalimantan, Khususnya Balikpapan, jangan sampai melewatkan kesempatan mengunjungi tempat ini deh, dijamin tidak akan menyesal. ^_^
Salam Persahatan.
Lathifah Ratih
Wisata Jantur Inar Water Fall
Hari Ahad atau minggu adalah hari yang saya tunggu setiap minggunya, selain hari mencuci sedunia, hari untuk istrahat dari tumpukan - tumpukan dokumen kantor dan waktu untuk refreshing atau jokka.
Setelah sekian lama berkeinginan mengunjungi tempat wisata Jantur Inar Water Fall, akhirnya hari minggu tanggal 27 Mei 2012 saya pun berkesempatan untuk mengunjunginya setelah di ajak dengan seorang teman asli suku dayak. Meski awalnya ragu karena cuaca sedikit mendung, tapi akhirnya saya tetap pergi karena rasa penasaran akan tempat wisata yang konon memiliki cerita mistik ini.
Wisata Jantur Inar terletak di kampung temula, sekitar 30KM dari Sendawar. Objek wisata Jantur inar merupakan wisata alam air terjun dengan ketinggian kurang lebih 60 meter. Untuk mencapai lokasi, bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua ataupun menggunakan kendaraan roda empat dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Untuk sampai ke objek wisata Inar, saya harus melalui beberapa kampung diantaranya, muara lawa, simpang damai, mencimai, enkuni pasek, pepas Eheng, Muut dan Terajuk. Selain objek wisata Air Terjun Jantur Inar, saya juga melihat objek wisata lain yaitu, Rumah Adat khas orang dayak, yaitu Lamin Eheng.
| Rumah Adat Dayak, Lamin Eheng yang di huni 32 kepala Keluarga |
Rumah Adat khas Dayak yang disebut Lamin atau Longhouse yang dihuni 32 Kepala Keluarga, Rumah adat ini saya lewati saat perjalanan ke Wisata Air Terjun Jantur Inar.
Longhouse ini dibangun sejak tahun 1964 dengan panjang 67 meter dan hanya terdiri tidak lebih dari 7 depa saja. Longhouse ini masih asli dengan dinding terbuat dari kulit kayu, walaupun ada beberapa bagian yang telah direnovasi menggunakan papan kayu. Didalamnya ada beberapa kamar yang disediakan untuk kaum perempuan, sementara para laki-laki tidur di luarnya.
Longhouse ini dibangun sejak tahun 1964 dengan panjang 67 meter dan hanya terdiri tidak lebih dari 7 depa saja. Longhouse ini masih asli dengan dinding terbuat dari kulit kayu, walaupun ada beberapa bagian yang telah direnovasi menggunakan papan kayu. Didalamnya ada beberapa kamar yang disediakan untuk kaum perempuan, sementara para laki-laki tidur di luarnya.
| Tiket Masuk |
Untuk Masuk ke Lokasi Objek Wisata harus membeli tiket terlebih dahulu. Adapun rincian Tarif yang di kenakan untuk pengunnjung yg membawa motor RP. 2.000,-/motor, untuk orang Rp. 2.000,-/orang dan untuk mobil Rp. 5.000,-/mobil. Karena saya datang dengan mengendarai roda empat alias mobil berarti harus mengeluarkan Rp. 5.000,- + Rp. 2.000,- x jumlah orang. Lumayan murah kan??? :)
| Pemandangan pertama, Jalan Setapak menuju Lokasi Air Terjun |
Gambar diatas adalah pemandangan pertama yang akan kita jumpai saat sampai d lokasi. Terdapat Jalan setapak menuju Lokasi tempat air terjun Jantur Inar berada.
| Mesjid di Jantur Inar |
Yang membuat saya kagum dengan tempat ini adalah adanya sebuah mesjid yang tidak kecil pas di samping kanan jalan setapak menuju lokasi Air Terjun. Suatu kebanggaan tersendiri saya sebagai seorang Muslim. Meskipun daerah ini mayoritas penduduknya non-muslim, namun menurut informasi penjaga mesjid, ditempat inilah berkumpul para warga yang beragama islam untuk melaksanakan shalat dan dari tempat ini pulalah banyak penduduk - penduduk setempat yang menyatakan diri memeluk islam (baca : Muallaf). menurut penjaga mesjid, lokasi mesjid ini tergolong strategis karena mudah di akses penduduk sekitar dan tempat wisata yang rutin di kunjungi orang.
| Tangga Turun ke Pusat Air Terjun |
Setelah melewati jalan setapak kurang lebih 20 meter, saya disambut dengan papan "Selamat Datang" pas di bibir tangga menuju pusat jatuhnya air terjun.
| Papan Himbauan |
Berhubung tangga dan lokasi kurang mendapat perawatan, tangga yang dilewati lumayan licin, sehingga dipasanglah papan Himbauan ini, itupun banyak yang sudah dilanggar, paling memprihainkan adalah masalah sampah yang berserakan dimana - mana.
| Tangga batu menuju pusat air terjun |
Untuk melihat keindahan Jantur Inar pengunjung harus menuruni sekitar 200 anak tangga berjarak 20 centi meter satu sama lain.
| Menikmati pemandangan dan suara gemercik air yang menghantam bebatuan |
Sesampai di tempat peristrahatan pertama, saya disuguhi pemandangan air terjun yang sangat menakjubkan. Tapi sayang tempat peristrahatan tak seindah yang saya bayangkan, bangunannya sangat memprihatinkan alias sudah hancur akibat pohon tumbang dan tidak terawat, kondisi memprihatinkan juga terlihat dari banyaknya coretan - coretan di tembok, sangat disayangkan.
| Tempat peristrahatan ke dua |
Setelah mengambil beberapa gambar di tempat peristrahatan pertama, saya melanjutkan ke bawah lagi, yaitu tempat peristrahatan ke dua. bangunan yang pas menghadap ke air jatuh ini juga kondisinya tidak jauh beda dengan bagunan sebelumnya. Atap yang roboh dan bangunan yang tidak terawat. Sayang sekali semua kurang diperhatikan.
Di tempat ini, saya berjalan mendekati air terjun untuk mengambil gambar dan sekedar cuci muka, tapi belum sampai di pusat jatuhnya air seluruh pakaian saya basah kuyup akibat percikan hempasan air di bebatuan yang membuat saya sulit untuk mengambil gambar. Setiap gambar yang ingin saya ambil selalu saja hasilnya kabur karena kamera terkena percikan-percikan air sungai. Air yang sangat dingin khas air terjun begitu menyejukkan saat kucoba untuk membasuh wajah saya. Rasa syukur tak henti - hentinya saya ucapkan atas nikmat Allah berupa kesempatan untuk mengunjungi alam ciptaannya yang begitu indah mengiringi cidukan demi cidukan air yang saya ambil untuk membasuh wajah saya.
| Masih PD berfoto padahal sudah Basah Kuyup kena Percikan Air, Sangat Menakjubkan...!!! |
| Pengunjung lain |
| Sampai Jumpa Lagi Jantur Inar |
Pengalaman menyusuri wisata di Kutai Barat belum berakhir, insya Allah akan saya susuri tempat - tempat wisata lainnya... ^___^ Semoga perjalanan saya tak sekedar perjalanan sia - sia. Setidaknya ada hikmah dan manfaatnya. Untung - untung bisa jadi referensi teman - teman atau siapa saja yang ingin berkunjung.
^Salam Petualang^
Kutai Barat, 28 Mei 2012
"Cintai Alammu dan Alampun akan mencintaimu"
Lathifah Ratih
Sumber Informasi : http://potretbumihulumahakam.blogspot.com, http://travel.detik.com
Sumber foto : hendryagung.blogspot.com
Selasa, 28 Februari 2012
Universal Studio Singapura Episode-2
Selasa pagi menjelang siang (31/02) kami tiba di bandara internasional Changi Airport. Alhamdulillah kesempatan kedua menginjakan kaki di sini. Tidak berlama-lama lagi langsung menuju bagian imigrasi. Seperti biasa di sini kami memperlihatkan passport. Rasanya belum lengkap jika belum melewati pos ini. Pos imigrasi pun bisa kami lewati. Tidak lupa kami mengambil beberapa buku sebagai panduan selama di Singapura. Buku panduan tersebut berisi tempat-tempat penting di Singapura, rute MRT dll. Kami langsung menuju tempat MRT berada. Dari sana kami menuju Feel at Home Backpacker yang berada di kawasan Bugis tepatnya di Jalan Pinang no 7A.
Sesampainya di daerah Bugis dibukanya peta yang dibawa dari tempat imigrasi. Kami menelusuri jalan-jalan yang terdapat di peta untuk menuju sana. Senangnya ketika melihat sebuah papan bertuliskan Feel at Home. Alhamdulillah sampai juga. Kami melakukan check in terlebih dahulu. Tas yang seharian digendong, disimpannya di kamar.Rencana hari ini yaitu pergi ke Universal Studio. Jaraknya lumayan jauh dari tempat penginapan. Satu tahun yang lalu saya pernah ke Universal Studio cuma tidak masuk ke wahananya. Pada kesempatan kali ini saya bisa mencoba beberapa wahana di Universal Studio.
Beberapa wahana yang saya coba diantaranya:
1. Battlestar Galactica
2. Transformer 3D
3. Revenge of The Mummy
4. Jurasic Park
5. Sherk 4D
6. Madagaskar
7. Steven Spilberg Action
Senangnya bisa menikmati wahananya.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

