Sabtu, 17 November 2012
Tuliskan Sumber Rujukan Dengan Benar
Bagikan di Google+
Seorang teman yang sedang mengenyam pendidikan master di Belanda pernah ditegur keras oleh dosennya gara-gara di laporan yang dikumpulkannya terdapat satu kalimat kutipan yang terlupa dilengkapi catatan kaki sumbernya. Di lingkungan akademis hal seperti ini termasuk fatal, oleh karena itu plagiarisme sudah dekat dengan dosa besar atau kriminalitas di dunia tersebut.
Blog memang lebih longgar dalam hal ini. Disebut tulisan akademis bukan, disebut jurnalistik pun kadang berkelit. Kendati demikian, cobalah untuk menulis sumber rujukan dengan benar. Tulis dengan lengkap identitas sumber yang dikutip dan lengkapi dengan tautan yang paling dekat dengan kutipan yang diambil. Sebagai misal, artikel di Wikipedia jangan hanya ditulis sebagai: "Sumber: Wikipedia", tetapi tulis hingga tautan halaman kutipan tersebut.
Atau jika Anda menulis sebuah artikel di blog yang Anda kutip dari beberapa buku, koran atau majalah, maka sertakan pula Daftar Pustaka dibawah artikel yang Anda tulis. Contoh: Edi S. Ekajati. 1995. Kebudayaan Sunda (Suatu Pendekatan Sejarah). Jakarta: Pustaka Jaya.
Begitu pula halnya dengan gambar/grafik untuk ilustrasi, walaupun ditemukan dari hasil pencarian Google, sebutkan URL gambar tsb. Ingat, Google hanya membantu mencarikan, sedangkan lokasi gambar tersebut adalah di situs asal hasil pencarian. Jadi salah jika disebut, "Gambar diperoleh dari Google" saja.
Semakin lengkap rujukan yang ditulis untuk blog, semakin meyakinkan kredibilitas Anda sebagai penulis! Anda telah bertanggung jawab menyebut sumber dan memudahkan pembaca menelusuri sumber atau bahan tulisan Anda. Jangan kalah oleh para perawi hadits yang dengan tekun dan bersungguh-sungguh menuliskan dan menelusuri sumber rujukan, hingga pembaca benar-benar yakin bahwa hadits tersebut berasal dari Rasulullah.
sumber: ikhlasul amal - https://www.facebook.com/groups/bloofers/permalink/437099876349648/
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar